Beranda Satelit Depok PGRI Depok Bantu Keluarga Pak Budi

PGRI Depok Bantu Keluarga Pak Budi

0
PGRI Depok Bantu Keluarga Pak Budi
PGRI FOR RADAR DEPOK SOSIAL: PGRI - IGTKI Kota Depok memberikan bantuan senilai Rp78 juta untuk keluarga almarhum Ahmad Budi Cahyanto, seorang guru SMAN 1 Torjun Sampang, Madura yang meninggal ditangan siswanya.
PGRI FOR RADAR DEPOK
SOSIAL: PGRI – IGTKI Kota Depok memberikan bantuan senilai Rp78 juta untuk keluarga almarhum Ahmad Budi Cahyanto, seorang guru SMAN 1 Torjun Sampang, Madura yang meninggal ditangan siswanya.

DEPOK – Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas, PGRI – IGTKI Kota Depok memberikan bantuan senilai Rp78 juta untuk keluarga almarhum Ahmad Budi Cahyanto, seorang guru SMAN 1 Torjun Sampang, Madura yang meninggal ditangan siswanya. Bantuan diberikan langsung kepada istri Ahmad Budi Cahyanto di kediamannya.

Pengurus PGRI Kota Depok, Sukamto mengatakan, bantuan tersebut merupakan berasal dari anggota PGRI Kota Depok yang jumlahnya sekitar 17.000 orang. Pengumpulan dilakukan secara sukarela dari akhir Februari – Maret 2018. Bantuan tersebut, telah diberikan pada Minggu (11/3).

“Ada 17 orang yang ikut, mereka ada yang dari pengurus PGRI cabang dan juga IGTKI Kota Depok. Dan semua yang diberikan adalah sukarela dari anggota PGRI Kota Depok sebagai bentuk solidaritas,” ucapnya kepada Radar Depok.

Sukamto menjelaskan, dengan adanya peristiwa meninggalnya Ahmad Budi Cahyanto yang bermula adanya aksi pukul dari siswanya, menunjukan perlu adanya sorotan untuk karakter siswa. Untuk bisa mencapai itu semua, tentunya peran dari guru juga sangat penting. Guru lebih memperbaiki diri dalam mendidik dan membimbing siswa secara profesional, dan juga memberikan pembelajaran tentang sikap dan keteladanan.

Menurutnya, sesuai dengan ucapan Rasulullah, yakni didik anakmu sesuai dengan jamanmu, dan itu berlaku untuk sekarang ini yang cara mendidiknya berbeda dengan sewaktu guru sedang menimba ilmu dahulu.

”Siswa harus bisa menghormati dan menghargai profesi guru, yang telah memberikan mereka ilmu pengetahuan,” tuturnya. (peb)