Beranda Satelit Depok Polresta Depok Keluarkan 260 Surat Tilang

Polresta Depok Keluarkan 260 Surat Tilang

0
Polresta Depok Keluarkan 260 Surat Tilang
BHISMA/RADAR DEPOK PENERTIBAN: Beberapa pengendara di Jalan Raya Sawangan di layangkan surat tilang, akibat tidak melengkapi surat-surat yang ada.
BHISMA/RADAR DEPOK
PENERTIBAN: Beberapa pengendara di Jalan Raya Sawangan di layangkan surat tilang, akibat tidak melengkapi surat-surat yang ada.

DEPOK– Dari dua hari menggelar penertiban kendaraan oleh Polresta Depok, sebanyak 260 surat tilang telah dilayangkan. Setelah melakukan peneriban di kawasan Jalan Margonda, kini aksi peneriban lanjut ke kawasan Jalan Raya Sawangan atau tepatnya di depan Perumahan BDN, Kecamatan Pancoranmas, Rabu (7/3)

Dalam penertiban tersebut, tidak hanya mengurusi penilangan karena syarat berkendara yang tidak lengkap saja, tetapi juga ada beberapa kendaraan yang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)-nya mati atau belum membayar pajak. Dimana, dalam kegiatan tersebut Satuan lalu Lintas (Satlantas) Polresta Depok bekerjasama dengan Samsat Cinere, Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom), dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok.

Dalam penertiban kali ini pun banyak di dapati pelanggar yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) maupun beberapa kendaraan yang STNK- nya mati atau belum membayar pajak.

Kepala Seksi Pendataan dan Penetapan Samsat Cinere mengatakan, dalam penertiban tersebut, berhasil menjaring 75 kendaran yang tidak memiliki SIM, melayangkan 40 notice SKPD dan ada juga yang berusaha membayar langsung sebanyak 35 kendaraan.

”Kami pun menyediakan fasilitas mobil samsat keliling, agar kendaraan yang pajaknya mati bisa langsung membayarkan pada hari ini(kemarin, red),” ucap Hermawan Adam.

Hermawan Adam pun menuturkan, dalam dua hari penertiban tersebut sudah melayangkan 260 surat tilang dan mendapati sebanyak 174 kendaraan yang dinyatakan STNK-nya mati atau belum membayar wajib pajak kendaraan.

”Kami berharap apabila masyarakat sadar mengenai pembayaran wajib pajak, karena pajak sendiri adalah sumber pendapatan daerah yang diperuntukan untuk pembangunan” ucapnya.

Kegiatan penertiban kendaraan tersebut, belum selesai, karena akan dilanjutkan pada hari ini di titik yang lainnya. (mg1)