SD Tunas Iblam Lomba Vokal dan Parodi

In Pendidikan
SANI/RADAR DEPOK
SEIRAMA: Parodi musik ditampilkan siswa SD Nasional Plus Tunas Iblam untuk memperingati Hari Musik Nasional di halaman sekolah, kemarin (9/3).

DEPOK– Memperingati Hari Musik Nasional yang jatuh setiap 9 Maret, SD Nasional Tunas Iblam mengadakan Lomba Solo Vokal dan Parodi Musik yang ditujukan untuk siswa-siswi kelas I hingga V, kemarin (9/3).

Dengan panggung yang berukuran tidak terlalu besar, dekorasi yang sederhana, dan panas matahari pagi yang sangat terik, tidak membuat semangat para siswa-siswi SD Nasional Plus Tunas Iblam kendor.

“Alhamdulillah, mereka (siswa, red) dan rekan-rekan guru lainnya tetap semangat walau pun cuaca panas begini. Semoga sampai acara selesai cuaca tetap seperti ini,” ujar Kepala SD Nasional Plus Tunas Iblam, Zainal Alam ditemui di lokasi Jalan H. Sanim, Tanah Baru, Kecamatan Beji.

Zainal menuturkan, hampir setiap tahun sekolahnya selalu mengadakan acara untuk memperingati Hari Musik Nasional. Namun hanya saja tema yang digunakan selalu berbeda-beda.

“Acara seperti ini tuh penting ya untuk anak-anak. Selain memperkenalkan musik ke mereka, bisa juga sebagai alat untuk merefresh otak mereka setelah UTS seminggu kemarin,” tuturnya.

Seluruh siswa sangat antusias dalam acara tersebut. Terlihat dari penggunaan drees code yang dipakai mereka untuk pentas diatas panggung. Ada yang menggunakan baju adat daerah, batik, sampai hasil daur ulang kertas.

“Jadi setiap kelas punya tema masing-masing, bebas boleh menggunakan baju dan perlengkapan apa saja yang penting kreasi mereka,” ucap ketua pelaksana acara, Tri Wahyuni Putri.

Mengusung tema “Harmonisasi Musik Indonesia”, seluruh siswa diwajibkan untuk membawakan lagu asli Indonesia. Ada yang membawakan lagu daerah, lagu wajib dan lagu anak.

“Indonesia memiliki lagu daerah yang banyak sekali, kebanyakan mereka juga tidak tahu dengan lagu-lagu itu. Kids jaman now ini dikenalkan juga dengan lagu anak-anak supaya tahu porsi lagu untuk mereka seperti apa,” kata Putri.

Penilaian yang dilakukan dalam perlombaan acara terbilang cukup unik dengan menggunakan dua metode penilaian. Pertama dinilai oleh tiga juri yang merupakan guru-guru, kedua melalui akun media sosial.

“Setelah acara ini selesai, guru kelas meng-upload video siswanya ke Instagram. Kemudian dilihat siapa yang banyak mendapatkan Like, itulah yang juara favorit. Supaya fair saja menggunakan dua juri tersebut,” tutup Putri. (cr3)

You may also read!

penertiban masker di kecamatan bojongsari

66 Pelanggar Terjaring di Kecamatan Bojongsari

HUKUMAN : Anggota Satpol PP Kota Depok saat memberikan sanksi sosial kepada pelanggar yang tidak

Read More...
Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida

Istri Walikota Depok Positif Covid-19

Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Awan mendung seakan menghiasi langit PKK

Read More...
Robot ikut sosialisasi masker

Berkostum Robot, Polsek Cimanggis Hebohkan Sosialisasi Masker

UNIK : Anggota Polsek Cimanggis adakan sosialisasi masker dengan menggunakan kostum unik, di depan kantor

Read More...

Mobile Sliding Menu