Beranda Metropolis Sebelum Dibunuh, Samsiah Digagahi Dua Kali

Sebelum Dibunuh, Samsiah Digagahi Dua Kali

0
Sebelum Dibunuh, Samsiah Digagahi Dua Kali
Rubiakto/RadarDepok SIDANG: Proses persidangan pemeriksaan terdakwa, yang dipimpin Hakim ketua Teguh Arifiano.
Rubiakto/RadarDepok
SIDANG: Proses persidangan pemeriksaan terdakwa, yang dipimpin Hakim ketua Teguh Arifiano.

DEPOK-Di depan hakim. Suwandi (23), terdakwa pembunuhan Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Pesona Khayangan Depok, Samsiah (40) mengaku sempat berhubungan badan dua kali sebelum membunuh korban.

Dalam lanjutan sidang pemeriksaan terdakwa, Suwandi menceritakan awal pertemuan sebelum dirinya hingga tega membunuh Samsiah. Dimuka persidangan Suwandi mengatakan, awalnya memang pacaran, dengan korban.

Wandi menceritakan, Minggu (5/11) sekitar pukul 08.00 dirinya memang sudah janjian untuk mengunjungi rumah majikan Samsiah di Pesona Khayangan Depok. “Kita memang sempat janjian di pasar kaget Juanda Depok,” kata Wandi dimuka persidangan.

Setelah janjian di pasar kaget Juanda, Samsiah mengajak Wandi untuk mengunjungi rumah majikannya. “Saya sudah lima kali main di rumah majikan Samsiah di Pesona Khayangan ketika sepi,” ujar Wandi.

Saat di rumah majikannya, dirinya mengaku sempat melakukan hubungan suami istri selama dua kali. “Saya sempat melakukan hubungan badan dua kali,” papar Wandi saat menjalani sidang yang dipimpin Hakim Ketua Teguh Arifiano.

Seteleh selesai melakukan hubungan badan dia yang masih berada di rumah tersebut, ditagih hutang sebesar lima juta rupiah oleh korban. “Dia menagih hutang yang sempat saya pinjam untuk modal usaha tambal ban,” ujar Wandi.

Menurutnya korban menagih sambil berteriak, dengan alasan uang yang digunakan merupakan uang temannya. Karena teriak terdakwa langsung membekap mulut dan hidung korban. Namun, akibat semakin nekat dan tidak mau membekap mulut korban, korban mencoba menendang lemari plastik yang diatasnya ada sebuah gunting terjatuh ke lantai dan oleh terdakwa digunakan untuk menusuk perut sebelah kiri sebanyak dua kali.

Setelah korban sudah tak bernyawa, terdakwa mengaku mengambil handphone milik korban dan kemudian kabur melarikan diri. “Handphone saya ambil karena banyak foto kami berdua,” ujarnya.

Dia juga mengakui korban sedang mengandung enam bulan hasil perbuatan Wandi. “Itu kata korban anak saya,” kata Wandi.

Atas pengakuan terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putri Dwi Astrini menjerat perbuatan terdakwa dengan Dakwaan Subsidair. Primer, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 340 KUHP. Subsidair, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 338 KUHP dan Lebih Subsidair, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 365 Ayat (3) KUHP.(cr2)