Sevilla Residence Siap Disegel

In Metropolis
RUBI/RADARDEPOK
MASIH BANGUN : Inilah Sevilla Residence i Jalan Kalimulya III, RT4/6, Kelurahan Kalimulya, Cilodong yang belum melangkapi izin.

DEPOK-Pengembang Sevilla Residence di Jalan Kalimulya III, RT4/6, Kelurahan Kalimulya, Cilodong mesti tahu ini. Dalam waktu dekat jika masih bengal membangun tanpa izin, Korps Penegak Perda tak segan-segan menyegel perumahan milik PT Cipta Karya Santosa itu.

Kasatpol PP Kota Depok, Yayan Arianto menegaskan, bangunan Sevilla Residence sudah mendapatkan teguran dari Satpol PP Kota Depok. Pihaknya juga mengaku telah meninjau pembangunan Sevilla Residence di Jalan Kalimulya III, RT4/6, Kelurahan Kalimulya, Cilodong. “Kami sudah memberi teguran ke Sevilla residence,” kata Yayan kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Dia mengatakan, jika tidak mengindahkan peraturan, dengan tetap membangun tanpa memperhatikan izin. Pihaknya akan menjalakan aturan berdasarkan Peraturan daerah (Perda) Kota Depok Nomor 2 tahun 2016 tentang perubahan atas Perda Nomor 13 tahun 2013 tentang Bangunan dan Izin Mendirikan Bangunan pasal 162a. “Berdasarkan prosedur yang ada, jika sampai SP 3, kita akan segel,” tegas Yayan.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pengawasan dan Pengaduan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Ahmad Oting mengatakan, perumahan Sevilla Residence memang belum melengkapi ijin.

Dia juga mengatakan, pihak Satpol PP Kota Depok juga sudah melayangkan teguran namun tidak digubris pihak perumahan. “Itu memang tidak berijin, dan seharusnya tidak bisa melanjutkan pembangunan,” kata Oting kepada Harian Radar Depok, Senin (5/3) lalu.

Pihak perumahan harus melengkapi persyaratan sebelum melanjutkan pembangunan. Persyaratan yang harus dilengkapi antara lain, Dokumen Akte Pendirian Perusahaan, Dokumen kepemilikan tanah, Dokumen Izin Pemanfaat Ruang (IPR), Dokumen Keterangan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR).

Selain itu, Dokumen Izin Prinsip, Dokumen Izin Lokasi, Dokumen Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UPL-UKL), Dokumen Pengesahan Site Plan, Dokumen pengesahan File Banjir, Dokumen berita acara Penyerahan lahan 2,5% untuk Tempat Pemakaman Umum (TPU), dan Dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB). “Itu harus lengkap dulu, baru bisa melanjutkan pembangunan,” papar Oting.

Jika tidak dipenuhi, maka Sevilla Residence telah melanggar UU nomor 26 tahun 2007 tentang penataan ruang. Isinya setiap orang yang tidak mematuhi ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 huruf c, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Sementara itu, Humas Sevilla Residence, Jefri Leander mengatakan, sedang mengurus perijinan melalui notaris. “Kita sedang mengurus ijinnya melalui notaris,” singkat Jefri Leander.

Pantauan Radar Depok dilokasi dan informasi yang didapat pembangunan perumahan tipe 66/60, dengan dua lantai. Rencananya akan dibangun 120 unit. Perumahan Sevilla Residence akan dibangun fasilitas kolam renang, playgroud dan lapangan futsal didalam kompleks perumahan yang berkonsep mewah bergaya eropa.

Sementara fasilitas yang terdapat dalam setiap rumah dua lantai itu terdapat tiga kamar tidur, dua kamar mandi, carport, balkon, dan taman.(cr2)

You may also read!

walikota depok bermasker putih

Mohammad Idris Ajukan Cuti Mulai 26 September

Mohammad Idris   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mohammad Idris yang kini menjadi Walikota Depok, akan bertarung pada Pemilihan

Read More...
PN pedagang pasar kemirimuka

Banyak Bansos, Bikin Harga Sembako di Pasar Turun di Depok

MELAYANI PEMBELI : Pedagang ikan melayani pembeli saat berada di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji. FOTO

Read More...
XL untuk pembelajaran

Belajar Online Tambah Seru? #KenapaNggak

  RADARDEPOK.COM - Masa pandemi membuat kita beradaptasi dengan banyak hal baru. Selain kita harus selalu menggunakan masker, mencuci tangan

Read More...

Mobile Sliding Menu