SANI/RADAR DEPOK BIMBINGAN: Kompol Yenny Anggraeni Sihombing (kiri berdiri) memberikan arahan kepada seluruh siwa dalam sosialisasi dan deklarasi anti hoax dan tawuran di SMK Citra Negara, kemarin (27/3).
SANI/RADAR DEPOK
BIMBINGAN: Kompol Yenny Anggraeni Sihombing (kiri berdiri) memberikan arahan kepada seluruh siwa dalam sosialisasi dan deklarasi anti hoax dan tawuran di SMK Citra Negara, kemarin (27/3).

DEPOK – Menekan dan melawan perluasan informasi tidak benar atau hoax di wilayah Kecamatan Beji dan sekitarnya, kemarin (27/3) Kapolsek Beji, Kompol Yenny Anggraeni Sihombing bersama anggota menyambangi SMK Citra Negara, Jalan Tanah Baru, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, untuk melakukan sosialiasasi anti hoax dan tawuran.

Dalam arahannya, Kompol Yenny mengajak seluruh siswa untuk tidak tawuran dan bijak dalam menerima informasi yang di dapat dari berbagai sumber, supaya tidak sampai terjadi hoax.

“Kroscek kebenaran informasi tersebut sebelum dishare ke media sosial sehingga tidak merugikan orang lain,” katanya.

Ia menuturkan, levelan anak remaja di usia SMA paling rentan terhadap pergaulan lingkungan yang tidak benar. Maka dari itu, pihak Polsek Beji keliling ke sekolah yang terbilang rawan tawuran untuk diberikan imbauan kamtibmas.

“Ini inisiatif kami untuk mengimbau mereka soal tawuran dan narkoba, serta mengajarkan bagaimana menghindari informasi hoax bagi orang lain,” tuturnya.

Yenny juga mengimbau seluruh siswa agar memiliki keahlian bela diri. Tujuannya untuk melindungi diri dari pergaulan bebas.

“Mari kita berperan ikut menjaga keamanan NKRI dari informasi-informasi yang belum betul kebenarannya yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa ini demi kepentingan orang lain. Sebagai generasi penerus bangsa, sejak dini pelajar merupakan salah satu aset bangsa dalam meneruskan cita-cita pembangunan nasional,” pesannya.

Kepala SMK Citra Negara, Lukman Haris kedatangan Kapolsek Beji dapat memberikan pengetahun lebih kepada seluruh siswa.

“Ini kegiatan yang sangat positif. Bisa kita lihat berita hoax sudah sangat meresahkan orang banyak, jadi memang perlu adanya arahan dari pihak yang terkait seperti polisi ke siswa yang usianya produktif gampang terpengaruh,” katanya.

Di setiap kesempatan, Lukman akan selalu mengingatkan siswa, para guru dan staf agar senantias berpikir cerdas setiap menerima pemberitaan.

“Apalagi sudah mendekati ujian, harus konsentrasi untuk belajar dan kurangi membuka gadget. Harus sering-sering berkomunikasi secara langsung, nantinya secara perlahan berita hoax akan berkurang dengan sendirinya,” kata Lukman. (cr3)