SPT Perorangan 31 Maret, Badan 30 April

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
LAPORAN SPT TAHUNAN : Warga sedang melakukan validasi laporan SPT tahunan di KPP Pratama Depok Sawangan, Jalan Siliwangi, Pancoranmas, kemarin.

DEPOK – Bagi para wajib pajak (WP) di Kota Depok khususnya perorangan dan badan seperti perusahan dan lainya, dideadline untuk melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan. Untuk perorangan dibatasi waktu sampai 31 Maret, sementara badan pada 30 April 2018.

Kepala KPP Pratama Depok Sawangan, Tri Wibowo mengatakan, khusus bagi SPT perorangan ini diberika waktu tiga bulan. Untuk badan usaha diberikan jangka waktunya empat bulan untuk melaporkan SPT pajak penghasilan selama tahun 2017.

“SPT pajak penghasilan untuk di 2017, kami sudah mulai pembukaan laporan sejak Januari hingga April. Ini sesuai undang-undang yang ada,” kata Tri, kepada Radar Depok, kemarin di ruang kerjanya.

Disebutkan dia, WP di kantor Pajak Pratama Sawangan sebanyak 200 ribu termasuk badan dan perorangan. Dari jumlah itu, mereka tentu sudah memiliki kartu NPWP. Sambung Tri, untuk WP yang dikenakan pajak penghasilan berpegahasilan diatas Rp 45 juta pertahun atau mereka yang berpegahasilan sebulan Rp 4500.000.

”Penghasilan dari mana saja termasuk gaji,” sebut dia.

Lebih lanjut, kata dia, ada juga warga yang dibawah pengahasilan di bawah Rp 45 juta mengajukan pembuatan NPWP. Tujuanya karena untuk  mengajukan kredit, seperti mengajukan kredit mobil, motor, dan lainya.

Selama dibuka laporan SPT ini kata dia, sudah mencapai 40 persen dari target yang ditentukan, namun bukan dari total WP  sebanyak 200 ribu yang terdata di kantor pajak ini. Pelaporan pajak penghasilan kata dia, bisa melalui e-filing atau melaporkannya secara online.

Namun, WP harus mengambil kode di kantor pajak ini dengan persyaratan KTP dan kartu NPWP yang sudah di foto copy.   “Kode itu untuk seumur hidup sama halnya dengan NPWP,” tuturnya.

Ia menuturkan, SPT ini dibagi tiga katagori, antara lain sangat sederhana (SS), sederhana(S), dan SPT 1770 ini diperuntukan bagi para badan usaha atau perusahaan. “Layanan E- Felling khususnya untuk para SPT  S dan SS,” kata dia.

Tri mengatakan selama ini untuk pelaporan SPT melalui E -Felling sudah menacapai  1.5920 terhitung pertanggal 21 Maret, “Target 36 ribu. Tentu jangan dibandingkan dengan WP yang terdaftar, karena  WP ini ada  NE atau non efektif dan DE (delet). Syarat bukan wajib pajak ini berdasarakan aturan meninggal Indonesia selamanya dan meniggal dunia,” pungkasnya. (irw)

You may also read!

pradi ngobrol sama nenek

Pradi Didoakan Nenek Usia 106 Tahun

SUNGKEM : Calon Walikota Nomor Urut 1, Pradi Supriatna saat sungkem ke Mak Naimah nenek

Read More...
imam bertemu pendukung

Idris-Imam Selalu Tepati Janji Kampanye

DUKUNGAN : Calon Wakil Walikota Depok Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono saat sosialisasi di

Read More...
maksimal nikah di KUA

Nikah di KUA Maksimal 10 Orang

Kepala KUA Beji, Dede Nasip.   RADARDEPOK.COM, BEJI – Pandemi Covid-19 benar-benar merusak segala sendi kehidupan. Bikin

Read More...

Mobile Sliding Menu