Sudah Milik 100 Member, Beranggotakan Pakar Ahli Tanaman

In Komunitas Depok, Metropolis
IST FOR RADARDEPOK
KOMPAK: Pendiri Komunitas Depok Berkebun, Ujang Subrata (Kiri) berfoto bersama Mantan Walikota Depok, Nur Mahmudi dan Para Member.

Komunitas Depok Berkebun terbentuk sejak 2011 di Kota Depok, itupun berawal dari perbincangan tiga orang bapak-bapak yang suka dengan tanaman. Bukan hanya sekedar cinta dengan tanaman, mereka juga sangat prihatin dengan masalah lingkungan yang ada di Kota Depok.

LAPORAN:  NUR APRIDA SANI

Berkebun merupakan salah satu aktivitas menyenangkan dan menyehatkan, yang dapat dilakukan di sela-sela kesibukan. Di kota sejuta belimbing sendiri ada juga loh komunitas yang hobinya berkebun, namanya Depok Berkebun.

Berawal dari perkenalan awak Radar Depok di media sosial Instagram. Salah satu pengurus Depok Berkebun, Ujang Subrata mau berbagi cerita dan menjelaskan ikhwal komunitas yang dibentuk 2011.

Saat hari H janjian dengan Ujang Subrata di Cluster Azalea, Grand Depok City. Ujang langsung menjelaskan, sejarah terbentuknya Depok Berkebun. Berawal dari kecintaan terhadap berkebun, membuat Ujang Subrata bersama dua orang kawan seperjuangannya membentuk sebuah komunitas yang dinamakan Depok Berkebun.

“Awalnya Saya bertemu dengan Pak Eko dan Pak Puji kami ngobrol ternyata hobi dan visinya sama. Kebetulan pak eko tadinya anggota Jakarta Berkebun, jadi sudah paham,” kata Ujang.

Beranggotakan tiga orang lantas tak membuat Ujang Subrata dan kedua temannya putus asa. Mereka tetap mencari dan mengajak masyarakat dan teman-temannya untuk bergabung bersama Depok Berkebun.

“Dulu mah sepi banget cuma bertiga, kemudian kami ajak orang-orang yang mau berkebun dan pakar-pakar tanaman untuk gabung, ada pakar Hidroponik, Organik, sampai Akuaponik juga,” ucap Ujang.

Depok Berkebun memiliki konsep utama dalam komunitasnya yakni Urban Farming. Wacana urban farming itu direalisasikan dengan membuat berbagai kegiatan yang memanfaatkan lahan tidur di kawasan perkotaan.

“Banyak lahan-lahan yang terbengkalai dan rusak di Depok ini, jadi kami manfaatkan lahan tersebut untuk diubah menjadi lahan pertanian produktif yang dilakukan oleh peran masyrakat sekitar,” katanya.

Ujang menceritakan, markas pertama dari Depok Berkebun adalah salah satu rumah member di dekat bantaran Kali Ciliwung. Dengan lahan yang tidak begitu luas tersebut, ia dan member lain mulai melakukan eksekusi menanam.

“Tadinya sudah banyak juga tananamannya, tapi tanaman yang disitu banyak yang belum kita kenal, yaudah sekalian belajar disitu,” terangnya.

Komunitas yang sudah memiliki anggota lebih dari 100 orang tersebut didalamnya berisi para pakar ahli tanaman di tiga bidang yakni hidroponik, akuaponik, dan organik. Namun juga ada masyarakat biasa yang awam terhadap tanaman.

“Disini tempatnya belajar, dari yang tidak bisa menjadi bisa. Kalau sudah paham, berikan pelajaran kepada yang tidak paham. Jadi saling berbagi ilmu dan semangat untuk lebih peduli kepada lingkungan,” ujar Ujang.

Tujuan utama dari Komunitas Depok Berkebun ini sederhana, hanya ingin membuat Kota Depok nyaman. Tidak hanya itu, komunitas ini kerap menyoroti persoalan lingkungan yang ada di Kota Depok.

“Tugas kami sebagai komunitas adalah menginspirasi masyarakat Depok akan kesadaran penghijauan,” tutur Ujang. (bersambung)

You may also read!

tangannya masuk ke penggilingan

Seram, Selama 4 Jam Pekerja Tangannya Masuk Penggilingan Daging

EVAKUASI : Petugas tengah menyelamatkan karyawan yang mengalami kecelakaan kerja, di toko milik Haji Doni,

Read More...
PNJ ke masyarakat 1

PNJ Bantu Perbaiki Instalasi Listrik di Masjid Riyadus Solihon, Kampung Kebon Duren, Cilodong

PERBANTUKAN : Program Studi Konversi Enegeri Bantu Perbaiki Instalasi Listrik dan Pemasangan Saklar Otomatis di

Read More...
berita PNJ berikutnya 1

PNJ Gelar Pelatihan Pembuatan Handsanitizer Alami di Cilodong

PELATIHAN : PNJ mengadakan pelatihan pembuatan hansanitizer alami berbahan dasar daun sirih dan jeruk nipis

Read More...

Mobile Sliding Menu