Beranda Pendidikan Tangkal Ekstremisme Masuk SMAN 8

Tangkal Ekstremisme Masuk SMAN 8

0
Tangkal Ekstremisme Masuk SMAN 8
SANI/RADAR DEPOK PAHAM KEBAIKAN: Para narasumber dalam kegiatan workshop yang diadakan The Lead Institute Universitas Paramadina di SMAN 8 Depok, Kamis (8/3).
SANI/RADAR DEPOK
PAHAM KEBAIKAN: Para narasumber dalam kegiatan workshop yang diadakan The Lead Institute Universitas Paramadina di SMAN 8 Depok, Kamis (8/3).

DEPOK– Paham ekstremisme terus berkembang sekarang ini dan sasarannya pun adalah anak-anak muda. Tidak luput juga adalah siswa. Oleh karena itu, The Lead Institute Universitas Paramadina mengajak siswa-siswa di SMAN 8 Depok untuk memahami radikalisme dan ekstremisme.

Ketua The Lead Institute Universitas Paramadina, Suratno mengatakan, siswa yang merupakan anak muda sebagai generasi bangsa tentunya, harus memahami bahaya-bahaya yang sedang menyasar pada kalangan mereka. Oleh karena itu, mereka harus bisa memahaminya, sehingga tahu apa yang harus dilakukan untuk menghindari hal tersebut.

“Hal yang mereka patut tahu adalah tentang dampak negatif dari radikalisme dan ekstremisme, baik untuk diri sendiri ataupun orang disekitarnya,” jelasnya.

Suratno menjelaskan, di jaman yang serba canggih, dan penyebaran informasi yang tidak terkendali di internet, siswa harus bisa memahami terhadap informasi yang mereka terima. Karena, di internet tidak hanya sekedar bisa mendapatkan informasi, tetapi juga bisa menyebarkan informasi. Jadi, siswa harus bisa memahami mana informasi yang aktual, dan juga informasi yang bersifat bohong atau hoax.

“Kami sudah melakukan workshop tentang radikalisme dan ekstremisme di SMA dan SMK yang berada di kawasan Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Depok. Mereka yang menjadi narasumber adalah Emmy Rotua, Retno Hendrowati, Sahrul Mauludi, Zainul Maarif dan saya sendiri,” terangnya.

Sementara itu, Humas SMAN 8 Depok, Sugiharto menuturkan, siswa memang harus diberikan pemahaman yang jelas tentang permasalahan yang ada di sekitarnya. Itu bagian dari mengantisipasi merasuknya paham-paham yang berbahaya ke kalangan siswa. Karena, anak muda di usia jenjang pendidikan SMA, memiliki rasa ingin tahu yang cukup besar.

“Jika rasa ingin tahu tersebut, tidak diarahkan dengan baik, maka siswa bisa terjangkit dengan paham-paham yang berbahaya dan bisa merugikan orang-orang disekitarnya,” tuturnya. (cr3)