yamaha-nmax
Febrina/Radar Depok
BERNILAI SENI : Dibawah bendera Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) pemuda Kecamatan Sukmajaya melalui pelatihan UMKM.

DEPOK – Berawal Dari hobi mengumpulkan barang bekas dan merubah bentuk menjadi sesuatu yang memiliki nilai seni, di bawah bendera Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) para pemuda mulai menggeluti kerajinan tangan dengan membuat boneka anak ondel ondel yang di beri nama Tiul. Boneka yang mengangkat kesenian Betawi ini awalnya ide dari Ketua FPK Kecamatan Sukmajaya, Gian Tanjung.

Kemudian melalui program pelatihan industri kreatif yang diadakan di balai pelatihan Koperasi (BALATKOP) oleh pihak Kecamatan Sukmajaya  dan mendatangkan narasumber Gian Tanjung  maka boneka anak ondel ondel  yang di beri nama Tiul ini mulai di produksi oleh para anak muda di Kecamatan Sukmajaya yang sudah pernah mengikuti pelatihan.

Baca Juga  Banyak Produk Baru di Al Imran Carpets

“Saat ini sudah ratusan boneka Tiul di produksi walaupun belum dipasarkan,” ujar Ketua UMKM Kecamatan Sukmajaya, Rudi Murodi kepada Radar Depok.

Rudi menjelaskan, mungkin nama Tiul masih asing di telinga kita semua.  Tiul adalah sebuah legenda pendamping di ranah budaya melayu Betawi dalam cerita orang tua di Depok, dalam cerita turun temurun. Barong (ondel-ondel) adalah ciri dalam kelengkapan ritus budaya Melayu Betawi dalam sejarah sedekah bumi ( bebaritan ) ke arah mata air yang memberikan penghidupan bagi warga masyarakat, jadi barong (ondel-ondel) adalah pelengkap dalam rasya syukur yang dimana tugasnya memberikan kesan yang toleran.

Karena barong  (ondel-ondel ) yang laki-laki berwajah merah, beralis tebal, dengan pakaian pangsi , dengan sorban, dan sangat gagah (konon cerita melayu betawi menghargai peranan tokoh agama Islam) sedangkan yangg perempuan, putih bermata sipit, berpakaian kebaya dan matanya sipit.

Baca Juga  Uniknya Kongkow di Saturday Coffee

“Jadi Tiul adalah penjaga dalam kegiatan ritus budaya melayu betawi , karena barong ( ondel-ondel ) biasa di kerubungin anak-anak yang berkerubung, jadi sangat cocok dijadikan produk lokal unggulan dan harapannya mampu berkembang pesat,” tegasnya.(ina)