Beranda Politika TMP Depok Wujudkan Pemilih Milenial Berdaulat

TMP Depok Wujudkan Pemilih Milenial Berdaulat

0
TMP Depok Wujudkan Pemilih Milenial Berdaulat
RICKY/RADAR DEPOK POSITIF: Bendahara TMP Depok, Novi Anggraini Munadi bersama pengurus dan peserta berfoto usai diskusi dengan tema "Pilkada, Hoaks dan Milenial" di Baper Cafe, Pancoranmas, Minggu (10/3).
RICKY/RADAR DEPOK
POSITIF: Bendahara TMP Depok, Novi Anggraini Munadi bersama pengurus dan peserta berfoto usai diskusi dengan tema “Pilkada, Hoaks dan Milenial” di Baper Cafe, Pancoranmas, Minggu (10/3).

DEPOK – Mendukung pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) 2018 yang demokratis. Taruna Merah Putih (TMP) Depok mengadakan diskusi dengan tema “Pilkada, Hoaks dan Milenial” di Baper Cafe, Pancoranmas, Minggu (10/3). Diskusi tersebut diikuti oleh puluhan kaum milenial di Depok.

Bendarahara Taruna Merah Putih (TMP), Novi Anggraini Munadi meminta kaum milenial dan pemilih pemula di Depok berpartisipasi pada Pemilihan Kepala Daerah (Jabar) pada 26 Juni mendatang. Partisipasi tersebut bukan sekedar memilih calon saja, tetapi mewujudkan pemilih milenial yang berdaulat.

“Pemilih milenial yang berdaulat itu ialah mereka yang menolak politik uang dan melawan hoaks pada proses Pilkada Jabar kali ini,” tutur Novi.

Perempuan yang juga Koordinator Utama Akar Rumput Pemuda Hasanah (ARAH) Depok itu, menerangkan, pemilih milenial di Depok, sudah kritis dan cerdas terhadap modus politik uang. Mereka punya banyak informasi tentang bentuk dan resikonya.

“Jadi sudah tak berpengaruh calon-calon yang bermain dengan amplop dan sembako ke pemilih milenial di Pilkada Jabar ini,” ujar Novi.

Begitu juga dengan hoaks, Novi yang juga Ketua Umum NADI Center ini menjelaskan, milenial Depok yang akrab dengan media sosial mengaku khawatir terhadap penyebaran berita bohong, fitnah, hasut dan ujaran kebencian.

Milenial Depok tidak mau ada instabilitas politik dan sosial dari Pilgub Jabar ini. “Pemilih milenial Depok berjanji akan melawan hoaks dengan cara melaporkan akun penyebarnya ke media sosial Humas Polri dan Kemenkominfo. Selain itu milenial Depok juga akan berusaha membongkar hoaks dengan menganalisisnya” imbuh Novi. (cky)