TNI Gadungan Tipu Andi Rp100 Juta 

In Metropolis
IRWAN/RADAR DEPOK
BARANG BUKTI : Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana, memperlihatkan baju TNI yang digunakan SS (40) untuk menipu memasukan ke sekolah Perwira AL Sumber Sarjana.

DEPOK-Gaya ingin cepat kaya SS jangan ditiru. Kemarin, pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah ini ditangkap Polresta Depok akibat telah menipu korbannya yang ingin masuk sekolah Perwira AL Sumber Sarjana. Berlagak mengenakan atribut TNI AL, pria berusia 40 tahun tersebut berhasil menipu korbannya sebesar Rp100 juta.

Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Putu Kholis Aryana menuturkan, penangkapan SS hasil dari kerjasama dengan Puspom AL. SS diamankan atau ditangkap di kawasan Kecamatan Beji, kemarin. “Kami amankan satu pelaku TNI gadungan berinisial SS. Kasus ini berawal dari korban melaporkan ke kami (Polresta Depok),” kata Putu, kepada Harian Radar Depok di Polresta Depok, Senin (5/3).

Korban kata Putu bernama Andi Rahman Saputra asal Nusa Tengara Timur (NTT). Penipuan terjadi sambung Putu, pelaku SS menawarkan kepada Andi Rahman Saputra masuk ke Perwira AL Sumber Sarjana. Namun, syarat masuk ke sekolah tersebut harus membayar uang Rp100 juta untuk pelicin.

Uang itu, kata Putu diminta pelaku untuk dikirim melalui Bank Mandiri dengan cara ditrasfer ke nomor rekeningnya. Karena tidak ada kabar dari pelaku akhirnya korban melaporkan ke pihak Puspom AL. “Pihak TNI AL menyerahkan kasus ini ke Polresta Depok, akhirnya kami amankan SS di daerah Beji,” jelas Putu.

Pelaku kata dia, saat menipu dengan menyakini korban mengenakan atribut seragam PDL mulai dari sepatu, seragam loreng, celana, gesper AL, dan senjata soft guns. “Pelaku sudah dua bulan mengenakan seragam AL,” ungkapnya.

Barang bukti yang disita petugas, lanjut Kompol Putu, yaitu dua stel seragam, sepatu PDL, baret, gesper, dan soft guns beserta sarungnya. “Pelaku dikenalan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman pidana lima tahun,” tegasnya.

SS mengaku, ingin cepat kaya dengan menipu korbanya ratusan juta. Pria yang hanya lulusan SMK Pelayaran ini melakukan penipuan karena terpaksa. Sebab, ia memiliki empat anak dan istrinya di kampung halamanya. “Uangnya buat istri dan anak saya ada empat. Saya baru menipu sekali ini saja,” kata SS mengaku.

Kata SS, uang yang didapat untuk menipu itu juga untuk keperluan hidup di Depok dan membeli handpone. “Atribut anggota TNI AL,  belinya di daerah Senen, Jakarta Pusat. Kenal karena korban salah satu nasabah asuransi dari tempat paman saya bekerja,”kata dia sambil menutupkan wajahnya.(irw)

 

You may also read!

BPJS kesehatan lindungi diri

Ayu Lindungi Diri dalam Program JKN-KIS

RASAKAN MANFAAT : Salah satu peserta JKN-KIS asal Kota Depok, Ayu Wulandari, merasakan manfaat menjadi

Read More...
pengasinan jalani swab test

14 Aparatur Pengasinan Jalani Swab Test

AMBIL SAMPEL : UPTD Puskesmas Pengasinan melakukan swab test kepada belasan orang, yang terdiri dari

Read More...
angka aids tinggi di depok

Angka AIDS Tinggi, KPA Genjot WPA

SEMANGAT : Ketua KPA Depok Khaeruddin bersama kader WPA foto bersama setelah sosialisasi tentang AIDS.

Read More...

Mobile Sliding Menu