Beranda Pendidikan Ujian Praktik Dikemas dengan Pagelaran

Ujian Praktik Dikemas dengan Pagelaran

0
Ujian Praktik Dikemas dengan Pagelaran
PEBRI/RADAR DEPOK BAKAT: Ada berbagai penampilan siswa dalam End of Term Performance Exhibition 2018, salah satunya adalah tari tradisional.
PEBRI/RADAR DEPOK
BAKAT: Ada berbagai penampilan siswa dalam End of Term Performance Exhibition 2018, salah satunya adalah tari tradisional.

DEPOK– Ujian Praktik Akhir Sekolah di SMA dan SMK Lazuardi GIS dikemas dengan gaya yang berbeda dari biasanya. Di sekolah yang berlokasi di Jalan Raya Sawangan Gang Kampus Pakis, Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, siswa XII mengadakan pagelaran yang diberinama End of Term Performance Exhibition 2018.

Humas SMA Lazuardi GIS, Anggarini mengatakan, dalam kegiatan tersebut, siswa menampilkan berbagai macam hal, ada yang menampilkan musik, tari, drama, fun cooking, serta pameran lukis. Jadi, menampilkan potensi dan bakat siswa yang memang sesuai dengan bidang dalam Ujian Praktik Akhir Sekolah.

Kegiatan End of Term Performance Exhibition 2018 tidak hanya bisa dinikmati guru saja, tetapi juga orang tua siswa yang ingin menyaksikan penampilan anaknya.

“Kami ingin memfasilitasi proses pendidikan dengan berbagai macam kegiatan, dan di Ujian Praktik Akhir Sekolah pun diisi dengan kegiatan yang menarik,” ucapnya.

Anggarini menjelaskan, kegiatan diawali dengan adanbya pameran lukisan siswa di Art Gallery yang didesain oleh siswa-siswa. Setelah itu, dilanjutkan dengan penampilan ekstrakulikuler Fun Cooking. Tim yang terdiri dari dua siswa mendemokan berbagai macam makanan baik khas Indonesia ataupun dari luar negeri, diantaranya ada sate ayam, schnitzel dengan bumbu opor, atau masakan khas Italia, pasta genochi dan rafioli bumbu kari.

“Di demo penayangan hasil karya siswa yang tergabung dalam ekskul IT Club, menampilkan berbagai macam games, salah satunya tentang Donald Trump, juga pembuatan berbagai macam visual effect yang tidak kalah dengan efek-efek yang ditampilkan dalam film Star Wars dan film Hollywood lainnya,” tuturnya.

Tidak berhenti disana, yang tidak kalah menarik dan mengibur adalah penampilan drama Bahasa Indonesia dari tiap kelas. Drama tahun ini mengangkat tema Legenda Indonesia. Ada yang membawakan drama berjudul Suri Ikun dan Dua burung, Indara Pitara dan Sirapare, juga ada yang berjudul Pangeran Biawak.

Sementara untuk tari daerah, siswa ada yang menampilkan Tari Kalimantan, Tari Piring dari Padang, dan Tari Sunda. Penampilan lain yang tak kalah menghibur adalah penampilan lagu berbahasa Inggris, dan yang menariknya lagu-lagu tersebut adalah ciptaan siswa, baik lirik ataupun aransemennya.

“Sesuai dengan konsep yang kami usung, yakni Be a Part of The World, diharapkan siswa di seluruh dunia, termasuk Indonesia, mengetahui kebudayaan dari berbagai negara, dan siswa terinspirasi untuk terus mengembangkan kreativitas dan bakat seninya,” ujarnya. (peb)