Beranda Pendidikan Vaksin ORI Tahap Dua Rambah SMP PGRI 1

Vaksin ORI Tahap Dua Rambah SMP PGRI 1

0
Vaksin ORI Tahap Dua Rambah SMP PGRI 1
SANI/RADAR DEPOK TAHAN NAPAS: Siswa SMP PGRI 1 Depok disuntik ORI Difteri tahap dua di sekolah Jalan Belimbing 3, Depok, Pancoranmas, kemarin.
SANI/RADAR DEPOK
TAHAN NAPAS: Siswa SMP PGRI 1 Depok disuntik ORI Difteri tahap dua di sekolah Jalan Belimbing 3, Depok, Pancoranmas, kemarin.

DEPOK– Ratusan siswa SMP PGRI 1 Depok mengikuti suntik vaksin difteri tahap dua, kemarin (9/3). Vaksin tersebut diberikan untuk membantu menambah kekebalan terhadap tubuh agar tidak mudah terserang penyakit difteri.

“Hari ini (kemarin, red) tidak semuanya ikut disuntik karena ada yang berhalangan hadir dan sudah ada yang disuntik di rumah. Jadi hanya 581 siswa yang disuntik,” kata Wakil Kepala SMP PGRI 1 Depok Bidang Kesiswaan, Bayu Sri Tjahyono kepada Radar Depok.

Dari data yang diperoleh, total seleuruh siswa SMP PGRI 1 Depok sebanyak 728 siswa dengan rincian siswa kelas VIIada 236 siswa, kelas VIII ada 296 siswa, dan kelas IX 196 siswa.

“Alhamdulillah naik dua kali lipat siswa yang suntik tahap dua ini dibanding waktu suntik yang pertama. Mungkin saat yang pertama masih takut-takut mereka,” ujar Bayu.

Dengan diberikannya suntik vaksin kepada siswa, Bayu berharap siswa-siswanya dapat bebas dan tidak terjangkit penyakit difteri tersebut.

“Jangan sampai anak-anak ini kena penyakit itu, ini sudah kedua kali divaksin. Dan semoga dirumah nanti tidak terjadi efek samping apa-apa juga ke mereka,” tutup Bayu.

Pelaksanaan pemberian vaksin dilakukan Dinas Kesehatan Kota Depok melalui Puskesmas Kecamatan Pancoranmas, di mana pelaksanaannya dibantu pula beberapa petugas kesehatan dari Rumah Sakit Mitra Keluarga.

“Selain dokter dan bidan didatangkan juga ahli gizinya. Supaya bisa lihat kondisi siswa memungkinkan atau tidak untuk disuntik,” ucap salah satu dokter Puskemas Pancoranmas, dr. Febe.

Suntik difteri tahap dua ini adalah terusan dari suntik vaksin tahap satu yang sudah dilakukan bulan lalu.

“Diberi vaksin untuk mencegah siswa agar tidak terjangkit penyakit difteri, harus sampai tiga kali suntiknya. Rencananya untuk yang suntik ketiga enam bulan mendatang,” tutur Febe. (cr3)