Warga Minta Distop

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
SAMPAIKAN PENDAPAT : Warga sedang memegang spanduk penolakan pembangunan Apartkost Avicenna di Jalan Taufiqurrahman, Beji Timur, kemarin.

DEPOK – Pembangunan gedung empat lantai The Aparkost Avicenna di Jalan Taufiqurrahman RT5/RW2 Kelurahan Beji Timur, Beji minta hentikan. Musababnya, warga menilai perjanjian awal pembangunan gedung tersebut dasar izin kos-kosan, tapi kabarnya di media sosial dipromosikan sebagai semi apartemen.

“Kami sebetulnya menolak karena tak sesuai, kalau dibangun perumahan setuju, karena alokasi perumahan. Kalau perlu ganti planing, itu lebih saya terima,” kata warga setempat, Tabrani.

Awal pembangunan sudah setahun lalu dibangun kos-kosan. Bahkan, warga awal setuju gedung itu digunakan untuk usaha kos-kosan.  Tapi, dalam kenyataannya bangunan ini dijual-belikan dengan perunit Rp110 juta. “Dibangun 140 kamar, di lahan 1.700 meter persegi. Saya yang kena dampaknya,” kata dia kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Masih di lokasi, JJ Rizal yang mewakili warga meminta pihak SCC Investment COrp menghentikan kegiatan pembangunan gedung tersebut.  Kata dia, pembangunan itu sudah memiliki izin penggunaan ruang (IPR ), namun belum memiliki IMB. Maka dari itu, diharapkan Pemkot Depok menarik IPR yang sudah diberikan, karena warga tidak pernah memberikan surat dengan tanda tangan yang menyatakan mengijinkan. “Jika ada maka itu adalah palsu,” terang Rizal.

Menangapi hal ini, Kasatpol PP Depok Yayan Arianto mengaku, sudah mengetahui soal persoalan pembangunan kos-kosan itu. Pihaknya sudah mengutuskan anggota Satpol PP untuk menyelesaikan. Namun, kata dia, persoalan ini akan dibahas lagi bersama warga sekitar pada minggu ini.

“Sudah difasilitasi dan akan ada pertemuan lanjutan antara pengembang dengan masyarakat sekitar lokasi. Hari Minggu besok,” kata Yayan saat dihubungi, kemarin. Bahkan, kata Yayan bangunan kos-kosan itu sudah diminta dihentikan sementara dahulu. “Memang belum ada ijinya,” ucap Yayan.

sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan dan Pengaduan DPMPTSP, Ahmad Oting menerangkan, bangunan tersebut tidak ada izinya. Namun sudah ada IPR-nya. IPR ini adalah izin peruntukan ruang, tapi kalau untuk izin membangun belum ada IMB-nya.  “Kalau untuk membangun harus ada IMB,” kata Oting.

Lebih lanjut, jika selama IMB tak ada dan belum keluar, pihak pengembang tidak boleh membangun. “Gak boleh ada kegiatan, kalau belum keluar IMB,” kata dia.

Secara terpisah, Manager SCC PT SCC Investment, Tamam mengaku, bangunan yang dibangun memang diperuntukan untuk kos-kosan, pasaranya untuk para mahasiswa.

Sebab, memilih membangun di lokasi tersebut karena berdekatan dengan Universitas Indonesia dan perguruan lain. Jadi pasarannya adalah mahasiswa.

“Kami mengacu aturan  pemerintah. Bahwa membangun apartemen itu harus 4.000 meter persegi, itu paling kecil. Sedangkan bangunan itu dibangun diatas lahan 1700  meter. Jadi izin planing pemkot itu hanya rumah kos-kosan. Buka apartemen, kami hanya bangun empat lantai,” kata Tamam, kepada Radar Depok.

Terkait adanya kabar kos-kosan itu dijual-belikan seperti apartemen, tegas Tamam, itu tidak dibenarkan. Namun itu hanya sebagai sistem invetasi, artinya dibangun bersama-sama. ”Nanti keuntunganya dibagi-bagi. Kita hanya pengelola. Jadi tak dijual-belikan,” tegas Tamam.

Lebih lanjut dia mengatakan, proses pembangunan gedung tersebut pihak pengembang akan menyerap tenaga kerja warga sekitar. “Kami juga tak akan diam saja dengan membangun usaha kami di wilayah itu. Tapi kami juga akan membawa kebaikan, dan manfaat bagi masyarakat sekitar,” kata dia.(irw)

You may also read!

5 Fakta dari Terpaparnya virus Korona Istri Walikota Depok

Elly Farida.   RADARDEPOK.COM - Istri dari Walikota Depok Mohammad Idris, yakni Elly Farida dinyatakan positif virus

Read More...
pnj kasih mesin cuci tangan ke SMP

PNJ Hibahkan Perangkat Alat Cuci Tangan Portabel untuk SMP Islam Taufiqurrahman Depok

BERMANFAAT : Program Studi D-III Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) hibahkan

Read More...
UI bikin aspal dari sampah

Inovasi UI Jadikan Sampah Plastik Campuran Aspal Jalanan

UJI MATERI : Uji coba pengaspalan berbahan sampah plastik di Jalan Prof. Dr. Sumitro Djoyohadikusumo,

Read More...

Mobile Sliding Menu