SANI/RADAR DEPOK SIAP: Guru dan siswa SDN Anyelir 1 kompak mengenakan baju adat dari daerah masing-masing dalam acara Hari Kartini dan HUT ke-19 Kota Depok.
SANI/RADAR DEPOK
SIAP: Guru dan siswa SDN Anyelir 1 kompak mengenakan baju adat dari daerah masing-masing dalam acara Hari Kartini dan HUT ke-19 Kota Depok.

DEPOK – Berbeda dari hari-hari pada umumnya yang biasanya mengenakan seragam sekolah, namun tepat pada HUT Kota Depok ke 19 (27/4) lalu, seluruh siswa-siswi dan guru SDN Anyelir 1 kompak memakai pakaian daerah dari 34 Provinsi di Indonesia.

Salah satu Guru SDN Anyelir 1, Arwin mengatakan, setiap tahun sekolahnya selalu membuat acara sebagai bentuk rasa suka cita dalam menyemarakan HUT Kota Depok dan Hari Kartini yang pada 21 April sekolahnya belum sempat memperingatinya.

“Waktunya mepet karena Senin sampai Kamis lalu kelas VI Ujian Sekolah, jadi kami gabungkan sekarang sekarang. Dan ini juga sudah ajdi kegiatan rutin sekolah,” kata Arwin kepada Radar Depok ditemui di sekolah, Jalan Raya Nusantara, Kelurahan Depok Jaya, kecamatan Pancoranmas.

Arwin menjelaskan, acara tersebut diawali dengan upacara bendera, karnaval keliling lingkungan sekolah sambil memperlihatkan baju adat ke masyarakat. Kemudian ditutup dengan penampilan siswa dari masing-masing kelas.

“Secara spontanitas saja untuk meramaikan acara karena mereka sudah rapih semua mengenakan baju adat daerah orangtua mereka,” jelasnya.

Menurut Arwin, kegiatan tersebut diselenggarakan agar seluruh siswanya senantiasa mengingat jasa Ibu Kartini dalam membela hak Perempuan di Indonesia. Sekaligus mengajarkan untuk lebih mencintai Kota Depok.

“Depok banyak ragam suku dan budayanya, melalui acara ini anak-anak jadi tahu bahwa Indonesia itu punya banyak budaya. Jadi kita ajarkan mereka untuk selalu saling menyayangi dan menghargai perbedaan yang ada,” ujar Arwin.

Sebanyak 733 siswa terdiri dari kelas I hingga VI kompak mengenakan baju daerah masing-masing, bukan hanya itu Guru dan Kepala Sekolah juga ikut berpartisipasi.

“Orang tua juga ikut kontribusi tapi dalam menyiapkan konsumsi untuk anak-anaknya. Tapi tetap kompak semuanya,” tutup Arwin. (cr3)