Beranda Metropolis Bayi Depok Meninggal saat Dirujuk

Bayi Depok Meninggal saat Dirujuk

0
Bayi Depok Meninggal saat Dirujuk
DOK ANDI SUGIHARTO FOR RADARDEPOK MENINGGAL : Bayi dari Mezi Azizah dan Andi Sugiharto tak tertolong saat melahirkan dan akhirnya meninggal saat diperjalanan.
DOK ANDI SUGIHARTO FOR RADARDEPOK
MENINGGAL : Bayi dari Mezi Azizah dan Andi Sugiharto tak tertolong saat melahirkan dan akhirnya meninggal saat diperjalanan.

DEPOK – Ini yang salah siapa. Bayi dari Mezi Azizah dan Andi Sugiharto yang tak berdosa harus menjadi korban. Belum lama, bayi warga Kelurahan/Kecamatan Sawangan itu meninggal dunia di kendaraan pribadi saat menuju rumah sakit rujukan tanpa dikawal ambulan.

Andi Sugiharto mengatakan, pada Rabu (28/3), sekitar pukul 05.00 WIB, dia mengantarkan istrinya yang saat itu mengandung usia tujuh bulan, mendapat firasat akan melahirkan. Saat itu, dia mendatangi salah satu klinik swasta diwilayah Parung Bingung, Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Pancoranmas. “Dikarenakan keterbatasan peralatan dari klinik, kami disarankan untuk ke rumah lebih besar,” ujar Andi kepada Radar Depok, kemarin.

Merasa (RS) Permata Depok merupakan salah satu rumah sakit besar dan memadai. Andi memutuskan untuk meminta pertolongan ke RS tersebut. Sekitar pukul 06.00 WIB, istrinya telah memasuki UGD RS Permata Depok, untuk mendapatkan pertolongan dan mendapatkan penanganan. Namun, menurut pemeriksaan dokter UGD usia bayi yang akan lahir kurang bulan, dikarenakan usia kandungan istrinya masuk dalam 30 minggu atau tujuh bulan. Dokter yang menangani meminta untuk dirujuk kembali ke RS yang lebih besar, dan disarankan ke RS Hermina Depok, RS Pasar Minggu, dan RS Fatmawati. Hal itu dikarenakan RS Permata Depok peralatan NICU tidak memadai.

Andi menjelaskan, pada saat itu istrinya merasakan mulas layaknya orang yang akan melahirkan, namun dari pihak rumah sakit meminta istrinya untuk ngedan atau mendorong bayi keluar. Tidak sampai disitu, pihak RS Permata sempat menanyakan dirinya menggunakan mobil pribadi atau tidak, dia menjawab membawa dan pihak RS Permata Depok meminta dirinya untuk menyiapkan mobil. “Anehnya tidak ada penawaran ambulan dari rumah sakit padahal jelas istri saya akan melahirkan,” terang Andi.

Tidak sampai disitu, lanjut Andi saat membawa istri keduanya tersebut ke RS Fatmawati, istrinya tidak mendapatkan pendampingan dari pihak RS, seperti perawat atau tim kesehatan. Sehingga dia dan istrinya harus berjuang menyelamatkan bayi yang ada didalam kandungan, dengan posisi kemacetan jalan, dikarenakan pada saat itu merupakan jam sibuk dan rawan kemacetan.

Ditengah perjuangannya untuk menyelamatkan istri dan calon anaknya, sambung Andi harus berjuang melawan arus lalu lintas untuk mendapatkan pertolongan. Namun, saat berada di Jalan Raya Cinere, tidak jauh dari Polsek Cinere istrinya telah melahirkan di dalam kendaraan yang dia bawa. Saat lahir bayi masih terbungkus ketuban dengan ari-ari. “Setelah sampai di RS Fatmawati anak pertama saya dinyatakan sudah meninggal,” beber Andi.

Andi menyayangkan, sikap RS Permata Depok yang dinilai kurang profesional dalam menangani pasien atau masyarakat, yang membutuhkan pertolongan. Menurutnya, sudah jelas istrinya akan melahirkan dan seharusnya pihak rumah sakit membantu proses persalinan istrinya terlebih dahulu, setelah itu melakukan tindakan selanjutnya.

Hingga kemarin belum ada permintaan maaf secara resmi dari pihak RS Permata Depok. Bahkan, RS Permata Depok hanya datang kerumah untuk melakukan home visit melihat perkembangan kondisi kesehatan istrinya. “Sangat disayangkan dan semoga kejadian yang saya alami tidak terulang kembali,” harap Andi.

Sementara itu, kemarin saat Radar Depok mendatangi RS Permata Depok sekitar Pukul 16:15 WIB, untuk mengklarifikasi terkait peristiwa tersebut. Staff Office Front RS Permata Depok, Ernawati secara singkat mengatakan, pelayanan Humas RS Permata Depok telah tutup, dikarenakan jam operasional mulai dari pukul 09:00 hingga 14:00 WIB. “Sudah tutup karena pelayanan hingga pukul dua siang,” singkat Ernawati.

Menimpali masalah ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok sudah mendapatkan laporan dari pihak rumah sakit berupa surat yang masuk ke Dinkes Depok. Bahkan, pihaknya akan mendatangi pihak rumah sakit dan pasien besok (hari ini).

“Sudah dapat kabar keterangan dari pihak rumah sakit. Dalam kasus ini Dinkes peduli, kami datangi rumah sakit dan rumah pasein. Karena ada kasus kematian bayi,” kata Kepala Bidang Pelayanan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Enny Ekasari, kepada Radar Depok, kemarin.

Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit tersebut, beber Enny, pasein datang ke RS Permata Depok itu sebelumnya sudah mendatangi rumah sakit lain untuk melahirkan anaknya.

Namun, dari pihak rumah sakit melihat kondisi pasien yang kandunganya masih muda, akhirnya dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap peralatannya.

Karena jarak rumah sakit dari rumahnya dekat, pasien datang ke RS Permata Depok. “Pasien menilai fasilitas di rumah sakit Permata Depok lengkap, akhirnya datang ke rumah sakit tersebut,” kata Enny.

Selanjutnya, pasien dirujuk kembali ke rumah sakit yang lebih lengkap fasilitasnya. Itu, kata dia, sudah atas izin suaminya dan suaminya pun setuju. Dari RS Permata Depok pun sudah berniat baik untuk memberikan pelayanan. “Karena kondisi fasilitas jadi dirujuk ke rumah sakit lain yang lebih baik. Kami (Dinkes) menegahkan dan menangani kasus ini jadi tidak ada yang saling menyudutkan, pihak rumah sakit pun tidak mau pasiennya meninggal yang ditangani,” tandasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi D Depok, Sahat Farida Berlian menegaskan, sangat miris kejadian seperti kembali terulang. Setiap rumah sakit pasti ada stadarisasi pelayanan saat merujuk. Dan sudah pasti ada fasilitas ambulan untuk mempercepat sampai rumah sakit yang dituju. Kejadian ini harus disikapi dengan seksama semua rumah sakit dan Dinkes.  “Setiap merujuk, apalagi dalam keadaan mau melahirkan  ambulan itu penting. Ini harus jangan kembali terulang,” tutupnya.(dic/irw)