DEPOK – Sampai saat ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), belum menentukan kuota CPNS untuk Kota Depok. Hanya saja, Depok kembali mengusulkan 455 CPNS dari berbagai formasi. Diketahui, Kemenpan-RB akan membuka lowongan CPNS di bawah 200 ribu se-Indonesia.

Sekretaris Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Mary Liziawati mengungkapkan, ajuan ASN ke Menpan-RB sebanyak 455 dari beberapa formasi CPNS. “Sudah diajukan, namun kouta Depok masih menunggu dari Menpan-RB,” ucapnya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Banyaknya pengajuan CPNS, kata Mary merujuk data di 2018 ada 248 ASN yang pensiun. Jumlah ASN Pemkot Depok yang masuk masa pensiun paling banyak golongan IV dari guru, dan ada dua eselon II. Tak heran jika dalam ajuan CPNS ada peningkatan, tapi semuanya dikembalikan lagi kepada Menpan-RB. “ASN yang pensiun tahun 2018 ada 248,” katanya.

Sebelumnya, Kepala BKPSDM Supian Suri mengatakan, belum bisa memastikan berapa banyak jumlah CPNS yang nantinya bakal diterima bekerja di lingkup Pemerintah Kota Depok. “Belum tahu, nanti kita tunggu pengumuman resminya ya,” singkatnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Depok, Mamun Abdullah memberi masukan kepada Pemerintah Kota Depok dalam hal penerimaan CPNS nantinya. Mamun mencatat ada beberapa formasi yang nantinya harus diutamakan oleh pemerintah kota dalam penerimaan CPNS 2018.

“Kami berharap pemerintah kota dapat memprioritaskan kebutuhan tenaga fungsional seperti tenaga guru, tenaga kesehatan dan disamping juga ada slot CPNS di bidang peningkatan SDM di tingkat kelurahan dan kecamatan,” jelas dia.

Terpisah, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur sudah memberi bocoran bahwa CPNS yang akan direkrut, untuk penerimaan tahun ini berkisar di bawah 200 ribu orang. “Pusat dan daerah, yang pensiun jumlahnya 200 ribuan. Jadi kita terima di bawah itu,” ujar Asman.

Asman juga mengungkapkan, lowongan yang paling banyak dibutuhkan tahun ini adalah guru dan tenaga kesehatan.  Saat ini, Kemenpan-RB masih terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga, terkait untuk melakukan pendataan berapa banyak jumlah PNS baru yang dibutuhkan tiap instansinya.  “Saya tidak hapal presentasenya, tapi yang diprioritaskan guru dan tenaga kesehatan,” kata dia.

Adapun untuk waktu pendaftaran, menurut Asman, hal tersebut belum diputuskan. Kendati demikian, ia memastikan proses dari pendaftaran, ujian hingga pengumuman kelulusan akan selesai pada tahun 2018 ini.(irw)