SANI/RADARDEPOK SOSIALISASIKAN : Direktur RS Jantung Diagram Cinere, Hoyi Siantoresmi meberikan sambutan saat sosialisasi kesesuaian obat pengencer darah, di Jalan Maribaya Kecamatan Cinere, kemarin.
SANI/RADARDEPOK
SOSIALISASIKAN : Direktur RS Jantung Diagram Cinere, Hoyi Siantoresmi meberikan sambutan saat sosialisasi kesesuaian obat pengencer darah, di Jalan Maribaya Kecamatan Cinere, kemarin.

DEPOK – Rumah Sakit Jantung Diagram (RSJD) Cinere mengingatkan pentingnnya kesesuaian obat pengencer darah saat Media Gathering, kemarin. Hal ini disosialisasikan, guna mengetahui efek terapi obat pada pasien serangan jantung.

Cardiologist RS Jantung Diagram Siloam Hospital Group, Yudi Fadilla mengungkapkan, obat pengencer darah merupakan obat yang umumnya diberikan kepada pasien serangan jantung, atau stroke untuk mencegah terjadinya bekuan darah mendadak. Obat-obat pengencer darah ini mengandung zat aktif Aspirin, Clopidogrel atau Ticlopidin yang biasanya digunakan dalam jangka waktu yang panjang, bahkan bisa sampai seumur hidup.

“Dengan penggunaan obat dalam waktu panjang, maka sangat penting dilakukan pemeriksaan fungsi platelet untuk mengetahui efek terapi dari obat pengencer darah yang dijalani oleh pasien,” katanya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Jika efek terapinya tidak cukup, maka kata Yudi terapi yang sudah dijalankan menjadi sia-sia. Demikian juga jika efek terapinya terlalu kuat dapat mengakibatkan perdarahan yang serius. “RS Jantung Diagram sebagai Rumah Sakit khusus jantung, sangat peduli terkait pengobatan yang dijalani oleh pasien, dan salah satu faktor yang sangat penting untuk diperhatikan adalah terapi obat dan kesesuaian dosis,” tegasnya.

Menambahkan ucapan Yudi, Interventional Cardiologist RS Jantung Diagram, Jeffrey Wirianta menyebutkan, RS Jantung Diagram memiliki layanan Platelet Function Test, yang merupakan pemeriksaan cepat, sederhana dan akurat. Alat ini untuk mengukur respons individu terhadap obat pengencer darah, yang mengandung Aspirin dan P2Y12 (Clopidogrel/Ticlopidin/Ticagrelor/Prasugrel).

Menurutnya, kenapa  Platelet Fuction Test sangat penting dilakukan. Pertama, angka kejadian resistensi yang tinggi terhadap obat Clopidogrel dan Aspirin. 1 dari 3 pasien tidak mendapat efek terapi yang memadai dari obat yang telah diminum secara rutin dan teratur. Kedua, pasien yang resisten terhadap obat Clopidogrel memiliki risiko kejadian kematian otot jantung (Myocard Infarction), stent thrombosis dan kematian 5 kali lebih tinggi dibanding pasien yang respon baik terhadap obat Clopidogrel.

“Terakhir, pasien yang resisten terhadap obat Aspirin memiliki risiko kematian jantung, serangan jantung dan stroke 3 kali lebih tinggi dibanding pasien yang respon baik terhadap obat Aspirin,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur RS Jantung Diagram Cinere, Hoyi Siantoresmi berharap, sosialisasi melalui media massa ini dapat lebih cepat sampai ke masyarakat. Sehingga masyarakat dapat mengetahui secara gamblang apa itu Platelet Function Test.

“Melalui media masyarakat setidaknya dapat mengetahui tentang apa itu Platelet dan jenis jenis obat pengencer darah, yang digunakan dalam menangani penderita gangguan jantung,” tutupnya.(cr3)