FACHRY/RADAR DEPOK MEGAH: Walikota Depok, Mohammad Idris (kanan) bersama Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, sesaat sebelum upacara HUT ke-19 Kota Depok berlangsung.
FACHRY/RADAR DEPOK
MEGAH: Walikota Depok, Mohammad Idris (kanan) bersama Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, sesaat sebelum upacara HUT ke-19 Kota Depok berlangsung.

DEPOK Upacara perayaan ulangtahun ke-19 Kota Depok, di Lapangan Balaikota Depok, berjalan semarak, kemarin. Semua unsur, baik dari pemerintahan, veteran, dan legislatif hadir dalam acara tersebut.

Kegiatan sendiri berlangsung khusyuk serta meriah, dengan penampilan drumband, robot pintar, dan paduan suara dari Dinas Pendidikan Kota Depok.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, hari jadi ke-19 Kota Depok memakai tema ‘Depok, Kota Cerdas dan Berbudaya’. Kata dia, untuk proses pemerintahan hingga 2021, pihaknya menelurkan enam program prioritas.

“Dengan mengusung visi Kota Depok yang unggul, nyaman, dan religius, dengan enam prioritas pembangunan oleh Kota Depok,” ujar Idris.

Enam prioritas pembangunan Kota Depok, jelasnya, untuk peningkatan daya saing ekonomi. Adapun programnya, pertama, peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, pemerataan layanan pendidikan, dan akses pembiayaan pendidikan. Lalu ketiga, peningkatan kualitas pelayanan publik.

Keempat, pengembangan infrastuktur pelayanan dasar, penguatan ketahanan keluarga melalui peningkatan fungsi keluarga, dan terakhir pengembangan pemuda di masyarakat dan lembaga pemasyarakatan. “Ini upaya membangun Depok sesuai visi dan misi,” ucapnya.

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna menambahkan, Pemkot Depok juga terus berupaya mengatasi kemiskinan dan pengangguran, meningkatkan infrastruktur pelayanan dasar, daya saing ekonomi dan kualitas lingkungan hidup, penataan kota, ketahanan keluarga dan sosial kemasyarakatan, ketimpangan, kesehatan dan kualitas Sumber Daya Manusia, serta ekonomi kreatif dan UKM berbasis potensi lokal.

“Kita juga terus meningkatkan IPM di Depok, salah satunya dengan mengupayakan peningkatan sarana prasarana pendidikan dan kesehatan,” tutur Pradi kepada Radar Depok.

Pada bidang kesehatan, lanjut Pradi, sudah berjalan ketersediaan puskesmas 24 jam, dan rawat inap di sebelas kecamatan. Sedangkan pembangunan dan rehab sekolah dasar dan menengah, juga menjadi prioritas pemerintah.

“Tidak lupa bantuan untuk siswa miskin SD dan SMP. Kami juga meningkatkan kesejahteraan guru honorer negeri, dan guru swasta,” beber Pradi.

Di sektor ekonomi, tambah Pradi, Pemkot Depok juga terus meningkatkan daya beli masyarakat. Caranya, melalui pelatihan, pameran dan promosi produk, penyediaan kios untuk UMKM, dan lain-lain.

Sedangkan, bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) peningkatan SDM dengan  kapasitas dan kompetensi ASN baik melalui diklat, lokakarya, workshop, seminar, bimtek, hingga magang.

“Tanpa masyarakat kami tidak ada apa-apanya. Kami terus mengajak peran serta aktif berbagai stakeholder guna   meningkatkan partisipasi dalam pembangunan di kota ini,” terang Pradi.

Ia menilai, tidak mungkin hanya mengandalkan sumber dari pemerintah kota saja dalam membangun Kota Depok. “Peran serta masyarakat, pengusaha, para akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, RT, RW, LPM, tokoh pemuda, media, pokoknya semua yang tinggal di kota ini sangat diperlukan,” tegas Pradi. (irw)