Beranda Pendidikan FKPP Depok akan Data Ponpes

FKPP Depok akan Data Ponpes

0
FKPP Depok akan Data Ponpes
SANI/RADAR DEPOK BAHAS AD/ART: Forum Komunikasi Pengurus Pondok Pesantren (FKPP) Kota Depok melakukan rapat kerja.
SANI/RADAR DEPOK
BAHAS AD/ART: Forum Komunikasi Pengurus Pondok Pesantren (FKPP) Kota Depok melakukan rapat kerja.

DEPOK – Setelah dikukuhkan pada 10 Oktober 2017 oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Depok melakukan Rapat Kerja (raker) untuk periode jabatan 2017-2022.

Ketua Umum FKPP Kota Depok, Bahrudin Toyib mengatakan, pada agenda raker pertama ini, ia bersama pengurus lainnya membahas Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta program kerja untuk jangka pendek dan panjang.

“Kami bahas semuanya untuk menyatukan visi misi seluruh pondok pesantren sampai program kerja lima tahun kedepan. Semua dirembukkan secara musyawarah dengan pengurus lainnya,” kata Bahrudin kepada Radar Depok di aula Kantor Kemenag Kota Depok, Jalan Boulevard Grand Depok City, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong.

Bahrudin menjelaskan dalam program kerja setahu kedepan, FKPP Kota Depok akan menjalankan program sementara yang ada di Kemenag Kota Depok yakni Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren (Pospeda), Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) dan Kemah Santri.

“Itu semua harus kami adakan tiap tahun karena aset Depok untuk di Provinsi dan juga kami akan adakan bedah kitab kuning yang juga programnya Kemenag,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Sekretatis FKPP, Wawan Juanda menuturkan, FKPP merupakan jembatan perantara Kemenag dengan para pengurus ponpes se-Kota Depok. “Agar komunikasi dan koordinasi Kemenag ke ponpes lebih efektif dan efisien melalui kami (FKPP),” ujarnya.

Selain sebagai jembatan perantara, lanjut Wawan, FKPP bertujuan sebagai wadah silaturahim dan aspirasi antar ponpes di Kota Depok.

“Kalau ada yang dibutuhkan oleh pesantren kami akan musyawarahkan disini, dan juga kami akan bersinergitas bukan hanya dengan Kemenag tapi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok juga,” lanjutnya.

Setelah beberapa bulan berjalan, FKPP sudah mencatat 30 dari 90 ponpes yang ada di Kota Depok.

“Itu semua yang aktif dan memiliki izin. kami akan terus mendatanya karena banyak yang belum memiliki izin operasional,” ujar Wawan.

Selain mendata Ponpes di Kota Depok, FKPP juga mewadahi seluruh Ponpes dari berbagai aliran yang ada, seperti Salafiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, sampai campuran.

“Ini kan milik umat, bukan kelompok. Jadi tidak akan membedakan aliran, yang penting satu visi dan misi dengan kami,” tutup Wawan. (cr3)