Beranda Pendidikan Genset Standby di SMK Ekonomika Depok

Genset Standby di SMK Ekonomika Depok

0
Genset Standby di SMK Ekonomika Depok
SANI/RADAR DEPOK UNBK Hari ketiga: Tidak ada kendala selama pelaksanaan ujian di SMK Ekonomika, Rabu (4/4).
SANI/RADAR DEPOK
UNBK Hari ketiga: Tidak ada kendala selama pelaksanaan ujian di SMK Ekonomika, Rabu (4/4).

DEPOK – Berbagai kendala bisa terjadi selama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Seperti kendala teknis jaringan provider maupun gangguan listrik padam. Guna mengantisipasi terjadinya gangguan tersebut, SMK Ekonomika menyalakan generator set (genset) selama UNBK berlangsung, kemarin (4/4).

Ketua panitia UNBK di SMK Ekonomika, Elly Prianti mengatakan, genset di sekolahnya tersebut dinyalakan selama UNBK berlangsung karena di wilayah sekolahnya kerap terjadi pemadaman listrik secara tak menentu.

“Listriknya naik turun di sini, daripada ambil resiko komputer mati saat siswa lagi mengerjakan soal lebih baik dinyalakan saja dari sesi 1,” kata Elly kepada Radar Depok, ditemui di sekolah, Jalan Raya Grogol, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo.

Elly menjelaskan, tahun ini adalah tahun keempat SMK Ekonomika melaksanakan UNBK, dan sejak itu juga pihak sekolah selalu menyediakan genset. Walaupun pihak PLN sudah menyanggupi bahwa listrik tidak akan padam selama ujian berlangsung.

“Sebenarnya tidak pakai genset juga tidak apa-apa, tapi namanya cuaca alam tidak bisa diprediksi,” katanya.

Pihak SMK Ekonomika cukup lega karena sampai hari ketiga pelaksanaan UNBK tidak terjadi kendala, baik dari segi suplai listrik, dan kehadiran siswa yang tidak pernah bolong selama pelaksanaan ujian berlangsung.

“Alhamdulillah dari 182 siswa, semuanya masuk terus ngga ada yang sakit atau tidak masuk. Kami terus pantau fisik dan mental mereka,” ujar Elly.

Sarana dan prasarana yang dimiliki SMK Ekonomika sudah memadai, hal itu dilihat dari jumlah komputer sebanyak 98 unit yang dipakai siswa selama empat hari UNBK.

“Semuanya milik sekolah, kami tidak ingin membebani siswa untuk membawa laptop dari rumah. Lagipula komputer kami cukup, dan masih ada cadangan lain diluar komputer yang digunakan,” tuturnya.

Dikatakannya, untuk pelaksanaan UNBK sekolahnya memakai dua sesi dengan menggunakan empat ruang laboratorium.

“Dua ruang masing-masing satu server, tapi dua ruangnya lagi digabung pakai 1 server saja,” pungkas Elly. (cr3)