SANI/RADAR DEPOK PROGRAM: Ratusan siswa SDN Baktijaya 6 berkumpul di halaman sekolah untuk Gerimis Telur dan istigasah bersama, Sabtu (28/4).
SANI/RADAR DEPOK
PROGRAM: Ratusan siswa SDN Baktijaya 6 berkumpul di halaman sekolah untuk Gerimis Telur dan istigasah bersama, Sabtu (28/4).

Memberikan motivasi pada anak agar membiasakan minum susu dan makan telur, Sabtu (28/4), SDN Baktijaya 6 mengadakan kegiatan Intensif Gerakan Minum Susu dan Makan Telur (Gerimis Telur) di halaman sekolah yang berlokasi di Jalan Saminten IV, Kelurahan Bakti jaya, Kecamatan Sukmajaya.

LAPORAN: NUR APRIDA SANI

Program Gerimis Telur sebagai bentuk ajakan untuk membiasakan anak supaya sarapan di rumah terlebih dahulu sebelum berangkat ke sekolah.

“Sarapan itu penting sekali untuk menunjang kinerja otak dan tubuh mereka saat belajar, ya minimal sarapan dengan minum susu dan makan telur,” kata Supriyatna, Kepala SDN Baktijaya 6 kepada Radar Depok.

Dia menuturkan bahwa kedepannya akan menggerakkan program tersebut di sekolahnya tahun ajaran 2018/2019.

“Minimal sebulan sekali makan telur dan minum susu bersama, tapi pastinya setiap hari siswa akan diimbau terus oleh guru kelas masing-masing,” tuturnya.

Ratusan orang berkumpul di halaman sekolah, yang terdiri atas 187 siswa kelas I hingga VI dan didampingi Guru serta orang tua siswa. Mereka kompak mengenakan setelan baju muslim, karena setelah Gerimis Telur dilanjutkan dengan doa bersama atau istighosah.

Kegiatan doa bersama, lanjut Supriyatna, diadakan karena Rabu (3/5) mendatang seluruh siswa kelas VI akan menghadapi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Untuk itu, pihak sekolahnya menyiapkan mental dan spiritual anak dalam menghadapi ujian.

“Kemampuan otaknya sudah kami asah dan disiapkan selama satu tahun dan Insyaallah sudah siap, sekarang tinggal siapkan mental mereka supaya tidak kaget dan selalu diberikan kemudahan selama ujian nanti,” jelasnya.

Sebagai Kepala Sekolah, Supriyatna tidak memuluk-mulukkan anak untuk melanjutkan ke SMP Negeri. Menurutnya semua sekolah bersifat sama, namun tetap harus pandai memilih sekolah karena itu adalah jembatan menggapai cita-cita.

“Sekolah di mana saja sama tapi memang tetap harus dipilih-pilih juga. Saya tekankan ke orangtua bukan harus masuk Negeri tapi harus melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi, jangan sampai putus,” tandasnya. (*)