DICKY/RADARDEPOK HORE: Lurah Depok, Mustakim (dua kanan) bersama dengan Disdagin Kota Depok dan masyarakat saat menggelar pasar murah di Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Kamis (19/4).
DICKY/RADARDEPOK
HORE: Lurah Depok, Mustakim (dua kanan) bersama dengan Disdagin Kota Depok dan masyarakat saat menggelar pasar murah di Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Kamis (19/4).

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok kembali menggelar Pasar Murah. Kali ini Pasar Murah dilaksanakan di Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas. Masyarakat Kelurahan Depok pun antusias untuk mendapatkan 150 paket sembako yang diberikan Disdagin.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

Kamis (19) pagi, warga terlihat antusias mendatangi kantor Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas. Dibawah tenda terlihat sejumlah plastik berisikan sembako telah disiapkan Disdagin Kota Depok dalam rangka gelaran Pasar Murah dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kota Depok.

Usai kegiatan Pasar Murah, Lurah Depok, Mustakim mengatakan, mengapresiasi kegiatan Pasar Murah yang dilaksanakan Disdagin Kota Depok. Dia menilai, dengan adanya kegiatan Pasar Murah, Pemkot Depok membantu warga Depok dalam menghemat pengeluaran kebutuhan hidup.

“Ada 150 paket sembako yang disiapkan Disadagin Kota Depok di Kelurahan Depok,” ujar mantan lurah Duren Mekar tersebut.

Pria bertubuh gempal tersebut mengungkapkan, warga yang sebelumnya telah diberikan kupon, dapat menukarkan kupon tersebut dengan paket sembako seharga Rp60 ribu. Menurutnya, paket sembako tersebut telah mendapatkan subsidi sebesar Rp40 ribu, hal itu dikarenakan apabila dinominalkan dengan harga pasar, sembako pasar murah senilai Rp100 ribu.

Mustakim menuturkan, paket sembako yang diberikan kepada warga berupa, satu liter minyak goreng, satu kaleng susu kental manis, satu kilogram gula pasir, satu box teh celup isi 25 kantong, dan lima kilogram beras premium. Dia berharap, kegiatan pasar murah dapat dilakukan kembali di Kelurahan Depok.

“Semoga dengan adanya pasar murah dapat meringankan beban kebutuhan ekonomi warga Depok,” tutup Mustakim. (*)