IRWAN/RADAR DEPOK MENYAMPAIKAN : Kantor Imigrasi II Depok saat mengelar sosialisasi keimigrasian di salah satu hotel di Jalan Margonda Depok, Rabu(18/4).
IRWAN/RADAR DEPOK
MENYAMPAIKAN : Kantor Imigrasi II Depok saat mengelar sosialisasi keimigrasian di salah satu hotel di Jalan Margonda Depok, Rabu(18/4).

DEPOK – Perusahaan diwanti-wanti Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Depok, untuk selektif memilih pekerja asing. Pasalnya,  kelengakapan administrasi, perizinan, dan paspor wajib diperiksa demi mencegah permasalahan kemudian hari.

“Saya meminta seluruh pemimpin atau penanggung jawab perusahaan maupun pabrik di Kota Depok untuk memperhatikan masalah ini,” tegas Kepala Kanim II Depok, Dadan Gunawan, kepada Radar Depok,  selepas acara Keimigrasian kepada Pengusaha di Depok, Rabu (18/4).

Kegiatan sosialisasi keimgirasian, kata Dadan sebagai upaya tertib administrasi bagi para warga negara asing (WNA), yang bekerja dan mengenyam pendidikan.

Tentu kata dia,  berdasarkan Undang Undang No06 tahun 2011 tentang Keimigrasian terlebih kepada perusahaan yang selama ini memperkejakan staf ahli atau WNA ditempat usahanya.

“Selain melakukan sosialisasi ke pabrik atau perusahaan pihaknya juga telah melakukan sosialisasi di sejumlah kecamatan yang ada di Kota Depok. Ini sebagai salah satu langkah mendeteksi keberadaan orang asing atau WNA yang di Depok,” beber dia.

Dadan menyebutkan, berdasarkan data Kanim Kelas II Depok di 2015 hingga 2017 tercatat telah memulangkan atau mendepoertasi sekitar 96 WNA.

Lalu,  WNA yang melakukan pelanggaran izin tempat tinggal, paspor maupun lainnya. Dengan rincian  di 2015 terdapat sekitar 35 kasus dengan mendeportasi  mencapai 33 orang WNA. Sedangkan di 2016 sekitar 39 kasus dideportasi 36 orang. Tahun 2017 tercatat 23 kasus dideportasi 22 orang.

”Sejak Januari hingga April 2018 ada lima kasus dan ke limanya langsung dideportas ke negara asalnya,” beber Dadan.(irw)