FOTO: Ust. Imam Nafi' Junaidi Ketua PC JQH NU Depok
FOTO: Ust. Imam Nafi’ Junaidi
Ketua PC JQH NU Depok

 

Oleh: Ust. Imam Nafi’ Junaidi

(Ketua PC JQH NU Depok)

Ilmu merupakan modal seseorang bisa selamat dan sukses didunia maupun di akhirat. Seseorang yang mempelajari ilmu syariat (agama) akan mendapatkan keutamaan yang tidak diperoleh oleh orang yang tidak mempelajarinya. Oleh karenanya Allah membedakan antara orang yang berilmu dan orang yang tidak memiliki ilmu. Katakanlah, adakah sama orang-orang yang mengetahui (berilmu) dengan orang-orang yang tidak berilmu? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (Qs. Azzumar :9). Ada banyak keutamaan yang didapat oleh para penuntut ilmu.

Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu, sebagaimana firman-Nya. “……Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (Qs. Al-Mujadilah : 11).       Tingginya derajat mencakup secara maknawiyah di dunia dengan tingginya kedudukan, diberikan pangkat dunia dan secara hissiyah di akhirat mempunyai derajat yang tinggi disurga. Rasulullah bersabda, “Dan sesungguhnya keutamaan orang berilmu atas ahli ibadah seperti keutamaan rembulan dimalam purnama atas seluruh bintang, dan sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi, dan para Nabi tidak mewariskan dinar dan tidak juga dirham, hanya saja mereka mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang mengambilnya berarti ia telah mengambil bagian yang banyak”.

Salah satu bukti tingginya derajat orang yang berilmu adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh ‘Amir bin Wastilah bahwasannya Nafi’ bin Harits bertemu dengan Umar bin Khattab, dan Umar berkata : Siapa yang engkau pekerjakan untuk penduduk tadi? Maka Nafi’ berkata : Ibnu Abza.” Umar berkata : Siapakah Ibnu Abza?” Nafi’ berkata : Mantan budak dari kami. Umar berkata : Engkau telah mengangkat mantan budak sebagai pemimpin atas mereka? Nafi’ berkata : Sesungguhnya ia adalah seorang yang hafal kitab Allah (Al-Qur’an) dan mempunyai ilmu tentang faraidh. Umar pun berkata : “Adapun sesungguhnya Nabi kalian pernah bersabda : Sesungguhnya Allah akan mengangkat suatu kaum dengan Al-Quran ini dan akan merendahkan kaum yang lain dengannya.

Keutamaan lainnya adalah Allah menjadikan kebaikan untuk penuntut ilmu, sebagaimana dalam sabda Nabi Muhammad SAW Barangsiapa yang dikehendaki kebaikannya oleh Allah, maka Dia akan menjadikannya paham tentang (urusan) agamanya. Sabda Nabi ini menyebutkan tentang keutamaan mempelajari ilmu syariat (agama) dibandingkan ilmu-ilmu lainnya. Dan ini juga menunjukkan bahwa orang yang tidak diberikan pemahaman dalam agamanya adalah orang yang tidak dikehendaki kebaikan oleh Allah. Orang yang dikehendaki kebaikan oleh Allah adalah orang yang diberikan pemahaman dalam agamanya. Imam Sufyan Ats-Tsauri pernah berkata, Kebaikan di dunia adalah rizki yang baik dan ilmu, sedangkan kebaikan di akhirat adalah surga.

Orang yang menuntut ilmu syari’at (agama) diibaratkan seperti seorang yang berjihad di jalan Allah. Rasulullah SAW pernah bersabda, Barangsiapa yang memasuki masjid kami ini (masjid Nabawi) dengan tujuan untuk mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, dia ibarat seorang yang berjihad di jalan Allah. Dan barangsiapa yang memasukinya dengan tujuan selain itu, dia ibarat orang yang sedang melihat sesuatu yang bukan miliknya. Orang yang pergi ke suatu tempat untuk menuntut ilmu, itupun termasuk jihad.

Berjihad dengan hujjah (referensi) dan keterangan yang sohih lebih didahulukan daripada berjihad dengan pedang dan tombak. Sebagaimana Allah pernah memerintahkan Rasulullah agar berjihad dengan Al-Qur’an untuk melawan orang-orang kafir, seperti disebutkan dalam firman-Nya, Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah kepada mereka dengan Al-Quran dengan jihad yang besar. (Qs. Al-Furqan : 52). Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan keutamaan-keutamaan karena menuntut ilmu, Wallahu ‘alam… (*)