Beranda Utama Kisah Ria Monica, Siswi SMK Setia Negara Kota Depok

Kisah Ria Monica, Siswi SMK Setia Negara Kota Depok

0
Kisah Ria Monica, Siswi SMK Setia Negara Kota Depok
SANI/RADAR DEPOK SERIUS: Ria Monica (berkursi roda) siswa Kelas XII AP-5 SMK Setia Negara, saat mengikuti UNBK di sekolahnya, Kemarin (3/4).
SANI/RADAR DEPOK
SERIUS: Ria Monica (berkursi roda) siswa Kelas XII AP-5 SMK Setia Negara, saat mengikuti UNBK di sekolahnya, Kemarin (3/4).

Penyakit bukan menjadi halangan bagi Ria Monica (18), siswi Kelas XII Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Setia Negara Kota Depok untuk mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Dalam kondisi tidak memungkinkan, ia tetap berusaha kuat bisa ikut UNBK walaupun dibantu kursi roda.

Laporan: NUR APRIDA SANI – Depok

Pagi itu, hari kedua pelaksanaan UNBK serentak pada jenjang SMK di Kota Depok. Tampak gadis cantik berkerudung manis dibopong menggunakan kursi roda oleh anggota Bhabinkamtibmas Pancoranmas memasuki sebuah ruang kelas. Pelajar tersebut Ria Monica, siswi Kelas XII SMK Setia Negara Kota Depok.

Bel pertanda siswa harus masuk kelas sudah berbunyi. Selama mengikuti UNBK, Monic—biaasa ia disapa—duduk dibangku deretan paling depan persis berhadapan dengan meja pengawas ujian. Ia sangat fokus mengerjakan soal demi soal, teliti dan sesekali pengawas menghampirinya guna memantau jika terjadi kendala.

Jam menunjukkan pukul 12.30, bel kembali berdering menandakan telah berakhirnya sesi kedua UNBK. Monic keluar kelas dibantu teman-teman sejawatnya yang setia mendorong kursi rodanya. Awak Radar Depok yang saat itu tengah memantau pelaksanaan UNBK di SMK Setia Negara menghampiri Monic yang tengah bercengkrama bersama teman-temannya di lorong tempat siswa biasa berkumpul.

Monic mengaku, kedatangannya ke sekolah merupakan hari pertama baginya menginjakkan kaki di sekolah pascamelewati operasi pemotongan usus karena penyakit infeksi radang usus yang ia derita sejak Juli tahun lalu. Ia sempat dirawat di RS Bakti Yuda didiagnosa sakit lambung, lalu pindah berobat ke RS Hermina dan didiagnosa terkena Radang Usus.

Karena semangatnya untuk sembuh begitu kuat, Monic kembali berobat di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta, kemudian ia disebut terinfeksi Radang Usus. “Ya udah langsung dioperasi, setelah itu saya jadi jarang masuk sekolah,” ungkap Monic kepada Radar Depok.

SANI/RADAR DEPOK
AKRAB: Ria Monica bersama teman-temannya.

Walaupun jarang masuk sekolah setelah operasi, Monic tetap belajar sama seperti teman-temannya yang lain. Namun bedanya, ia belajar di rumah dengan materi yang diberikan guru dan teman-temannya melalu grup di media sosial. “Saya tetap memantau pelajaran, jadi walaupun tidak sekolah saya juga tetap belajar,” ucapya.

Namun, semangatnya untuk bersekolah tak pernah luntur meski ia menderita penyakit yang bisa dikatakan ganas. “Karena UN ini tidak boleh dibawa pulang jadi ke sekolah walau sakit-sakit sedikit dipaksakan saja,” katanya.

Rasa semangat mengikuti UNBK diakui Monic karena dukungan teman-temannya. Walaupun diperbolehkan mengikuti UNBK, Monic tetap harus mendapatkan izin dari rumah sakit. “Alhamdulilah orangtua dan RS mengizinkan saya, karena ini juga kan sifatnya wajib tidak boleh dibawa pulang jadi mau tidak mau,” tuturnya.

Rupanya keinginan menempuh pendidikan bukan hanya sampai tingkat SMK saja, Monic memiliki keinginan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Namun, tak sedikit orang disekitarnya yang tidak sepemaham dengannya. “Saya mau kuliah, tapi ayah tidak memperbolehkannya karena harus berobat dulu sampai pulih. Habis kalau mau kerja juga kondisinya belum memungkinkan,” ujarnya.

Dikonfirmasi ke Ketua Panitia UNBK di SMK Setia Negara, Diah Nurmalasari mengatakan, alasan pihak sekolah menaruh Monic di deretan bangku paling depan agar memudahkan pergerakan siswanya tersebut. “Kalau ada kendala mau kekamar mandi biar gampang geraknya, soalnya pakai kursi roda jadi biar gampang keluar masuk kelasnya,” ungkapnya.

Pihak sekolah rupanya sangat menyayangi Monic, meski Monic mengidap penyakit serius ia tidak pernah menunjukkan keluhan kepada teman-temannya. Monic terkenal mudah bergaul dan memiliki tingkat disiplin yang tinggi dan aktif dalam segi pelajaran. Namun dikatakan Sari, semenjak sakit ia berubah menjadi agak pendiam. “Jadi kalau pasca operasi dia tidak masuk selama berminggu bahkan berbulan-bulan kami tidak begitu khawatir karena ia memang pandai,” tuturnya.

Terkait kedatangannya mengikuti UNBK, lanjut Sari pihak sekolah merasa kaget. Padahal pihak sekolah sudah menyiapkan server untuk dibawa kerumahnya membantu proses UNBK. Tapi karena Monic hadir, sekolah memberikan fasilitas yang sama seperti siswa lain.

“Kami kaget, tapi ga bisa maksa juga karena dia sudah bawa surat dari RS. Untungnya juga ujian pakai kelas lantai dasar, jadi Monic tidak perlu susah-susah ke atas,” tutup Sari. (cr3)