Beranda Metropolis Kisahkan 25 Nabi pada Anak Broken Home

Kisahkan 25 Nabi pada Anak Broken Home

0
Kisahkan 25 Nabi pada Anak Broken Home
RUBIAKTO/RadarDepok BERDAKWAH: Zak Sorga pencipta Wayang Daun saat memainkan wayang yang terbuat dari daun kelapa di Sanggarnya yang berada di Jalan Jerah RT1/6, Tanah Baru, Beji.
RUBIAKTO/RadarDepok
BERDAKWAH: Zak Sorga pencipta Wayang Daun saat memainkan wayang yang terbuat dari daun kelapa di Sanggarnya yang berada di Jalan Jerah RT1/6, Tanah Baru, Beji.

Banyak cara mendakwahkan Islam ke masyarakat, terlebih untuk memberikan pemahaman terhadap anak-anak. Salah satunya dengan media wayang yang dilakukan Zak Sorga salah satu seniman asal Tanah Baru, Kecamatan Beji.

Laporan: Rubiakto


Kebutuhan anak-anak milenial terhadap perhatian orang tua, dan bimbingan yang semakin jarang didapatkan, khususnya bimbingan agama, membuat seniman asal Kota Depok, Zak Sorga ingin menjadi teman untuk anak-anak.

Selain melestarikan budaya, Zak Sorga juga menyelipkan syiar agama melalui pementasan Wayang Daun. Hal ini didedikasikan untuk anak-anak dan remaja, terutama mereka yang broken home atau yang menjadi korban perceraian.

Tujuannya, untuk membesarkan hati mereka agar tetap optimis menjalani hidup, dan jangan sampai terjerumus dalam dunia yang salah. Zak Sorga juga mengungkapkan, banyak anak-anak di Depok yang menjadi korban anak korban perceraian.

Menurut pria kelahiran Tuban, 6 Januari 1964 ini. Persoalan rumah tangga sebenarnya bisa diselesaikan, apabila pasangan suami istri mampu memahami esensi berumah tangga. Karena perceraian, bukanlah solusi untuk menyelesaikan sebuah persoalan di rumah tangga. Karena ini akan menimbulkan persoalan baru bagi anak-anaknya.

Tidak menutup kemungkinan, mereka akan merasa kehilangan orang yang selama ini menjadi panutannya, dan mencari kasih sayang di luaran tanpa ada kontrol dan pengawasan dari keluarga atau orang-orang dekatnya.

Untuk itu, dalam memainkan lakon wayangnya, Zak memainkan tokoh dan kisah-kisah 25 Nabi. Menurutnya, Nabi merupakan tauladan yang paling baik dan bisa menuntun anak-anak menjadi orang yang hebat. “Tidak perlu ada anak-anak yang broken home, jika tidak ada orang tua yang bercerai. Kisah-kisah nabi sangat berguna membentuk karakter yang kuat dan mendidik keimanan anak,” jelasnya.

Metode yang digunakan Zak mengembalikan kepercayaan para anak yang broken home itu adalah mendekatkan diri dengan agama. “Alhamdulilah, dari beberapa anak yang saya bina dapat menerima apa yang telah terjadi dan menimpa orang tua mereka. Justru sekarang ini mereka banyak membimbing rekannya yang bermasalah agar menjadi tegar menghadapi semua persoalan yang datang,” katanya.

Menurut Zak, kemasan cerita untuk memasukkan pesan moral kepada korban broken home tidak mudah. Ia membutuhkan proses lama dalam menemukan formula yang diinginkan itu.

Zak sangat yakin, dengan caranya mendalang menggunakan elemen daun pelepah kelapa itu dapat memberikan motivasi kepada para generasi muda, terutama anak-anak broken home. Baik dalam membangun mental spiritual, maupun kepercayaan dirinya untuk menjalani hidup yang lebih positif. (bersambung)