INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK SWAFOTO : Silem Serang (tengah) memamerkan Sabuk Gubernur DKI seusai menang bertanding
INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
SWAFOTO : Silem Serang (tengah) memamerkan Sabuk Gubernur DKI seusai menang bertanding

Setelah bergabung di sasana tinju di Kota So’e, Silem Serang, mencoba peruntungan dengan mengikuti seleksi Pekan Olahraga Daerah (Porda) Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2010. Namun, dia belum beruntung, dan terhempas dari kejuaraan tersebut.

LAPORAN : INDRA ABERTNEGO SIREGAR

Setelah selesai Porda NTT pada tahun 2011, dirinya sulit untuk menyalurkan bakatnya mengingat di NTT sangat minim perhelatan tinju. Akhirnya pada tahun 2012 dia mendapat ajakan dari temanya petinju profesional Kota Depok, untuk meniti karir di Kota Belimbing tersebut.

“Begitu saya sampai ke Depok saya langsung menjalani proses latihan selama setahun,” ujarnya sambil merebahkan punggungya ke tembok kontrakan.

Di 2014 dia kembali diajak temannya petinju amatir Kota Depok, untuk mengikuti kualifikasi Porda Jawa Barat (Jabar), dan ikut kualifikasi di Bogor. Dia tidak menyianyiakan kesempatanya tersebut dan lolos untuk mengikuti Porda jabar. “Saya meraih peringkat ke–3 dalam babak kualifikasi Porda Jabar, tetapi langkah saya terhenti di delapan besar Porda Jabar,” kenangnya.

Setelah Porda Jabar usai, dia kembali mengalami kehampaan, sebab jarang sekali perhelatan tinju kelas amatir yang diadakan di Jabar. Sehingga dia memutuskan untuk beralih ke tinju profesional. Dari tinju professional tersebut Silem meraih berbagai prestais yang cukup gemilang.

“Setelah sering menang di profesional, saya mencoba peruntungan di tinju internasional regional asia seperti ke Thailand, Singapura, dan Filipina. Bayaran di luar negeri memang menggiurkan,” ucapnya tersenyum.

Senyumnya, bukan tanpa alasan terlontar dari bibirnya. Hal tersebut lantaran menurut pengakuanya, jika bertanding di Indonesia, honor dari kontrak tinjunya hanya berkisar Rp5 Juta saja, sedangkan pertandingan di luar negeri, dirinya bisa mendapat honor sekitar Rp13 Juta.

“Honor saya kan juga dipotong oleh yang punya sasana, makanya kalau pertandingan di dalam negeri sebenarnya kecil sekali pendapatanya,” akuinya.

Saat ini, Silem sudah mengemas empat sabuk juara. Semuanya dia menangkan dengan membawa nama Kota Depok, sebagai kota tempatnya melatih skil tinjunya.

“Sabuk pertama, Sabuk emas POLRES KOTA BOGOR tahun 2015, Sabuk emas ke dua, Sabuk KAPITAN PATIMURA tahun 2016,  sabuk emas Ke tiga Sabuk Gubernur PAPUA BARAT tahun 2017, Sabuk emas Gubernur DKI Jakarta tahun 2018,” urainya.(bersambung)