Beranda Utama Korban Miras Oplosan di Depok Bertambah

Korban Miras Oplosan di Depok Bertambah

0
Korban Miras Oplosan di Depok Bertambah
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK DIRUSAK : Warga sedang melihat kondisi toko penjual jamu yang dirusak oleh sekelompok orang di Jalan Raya Cipayung, Kecamatan Cipayung, kemarin (4/4).
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
DIRUSAK : Warga sedang melihat kondisi toko penjual jamu yang dirusak oleh sekelompok orang di Jalan Raya Cipayung, Kecamatan Cipayung, kemarin (4/4).

DEPOK – Korban tewas diduga akibat menenggak minuman keras (Miras) oplosan bertambah empat orang. Mereka adalah Agus Alias Gagu (50), Darmawan Kusuma (31), Hariyadi (26) dan Sidik (18). Peristiwa ini membuat keluarga korban terpukul, dan meminta polisi menangkap peracik dan penjual miras oplosan tersebut.

Salah satu orang tua korban, Sudrajat mengatakan, polisi harus menangkap penjual miras oplosan itu. “Saya ikhlas atas kepergian anak saya, tapi mohon penjual mirasnya ditangkap,” kata Sudrajat.

Senada dilontarkan Nop Jubaedah (65). Ia mengaku tidak mengetahui anaknya meminum miras. Tetapi, anak bontotnya tersebut sempat mengeluhkan kepala pusing dan perut mual.

“Umi kok pala wawan sakit, perut sakit,” kata Jubaedah menirukan suara anaknya kepada Radar Depok di kediamannya di Kelurahan Pancoramas, kemarin (4/4). Bahkan Wawan sempat batuk dan muntah-muntah.

“Akhirnya kami bawa dia ke RS Harapan dan di rujuk ke RS Hermina. Terus meninggal di sana sekitar pukul 16.30,” ucap Jubaedah.

Sebelumnya lanjut Jubaedah, anaknya tersebut meminta uang Rp25 ribu, tetapi tidak menyebutkan uang itu untuk dibelikan apa. “Saya bilang buat apa nak, umi cuma punya Rp12 ribu. Demi anak ya, akhirnya dapet tuh pinjem duit, saya kasih dan dia langsung pergi, itu hari Sabtu (31/3). Saya sering bilang jangan begadang melulu,” katanya.

Sementara itu, Hasanah (50) kakak korban Agus Apuh (49), menuturkan, adiknya menunjukan gejala kurang baik setelah pulang ke rumahnya. “Sebelumnya gak ada yang aneh, tiba-tiba Minggu (¼) siang mulai sakit. Katanya pusing dan perut mual,” tutur Hasanah.

Keluhan Agus rupanya tidak hanya sekali hingga akhirnya keluarga membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

“Bawa ke Rumah Sakit Harapan Selasa dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, hingga meninggal,” ucapnya.

Terpisah, pemilik warung jamu yang diduga menjual miras oplosan jenis GG di Srengseng Sawah Jakarta Selatan, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Polisi menemukan bukti cukup untuk menjerat pelaku sebagai tersangka.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan, untuk di wilayah Jaksel korban akibat miras oplosan bertambah menjadi delapan orang. Sebelumnya hanya lima korban tewas. “Para korban ini juga sedang dilakukan penelitian. Apakah meninggal karena miras atau bukan,” ungkap Indra, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (4/4).

Sedangkan untuk barang bukti, Indra masih menunggu hasil dari uji lab di toxicology. Untuk mendetaksi bahan-bahan apa saja yang digunakan dalam meracik miras perenggut maut itu. “Jenis minuman yang dioplos itu tidak ada atau tidak bermerk. Karena hanya dibungkus menggunakan plastik yang disediakan oleh warung,” lanjut Indra.

Sejauh ini menurut Indra bahan dasar yang berhasil diketahui adalah Alkohol dengan kadar 98 persen. Namun begitu saat dipesan oleh pembeli maka ada campuran lainnya, yang diracik sendiri oleh pelaku. “Menurut pelaku sesuai permintaan. Ada yang rasa extrajoss, coca cola, Ginseng, dan ya macem-macem, dia membeli bahan dan meracik sendiri. Tapi hasil lainnya kita tunggu dari lab,” ungkap Indra.

Selain itu polisi belum bisa mengidentifikasi lebih lanjut, apakah yang didagangkan adalah barang-barang kadaluarsa atau tidak. Namun polisi tetap akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut. Akibat tindakannya itu pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang Pangan dan Pasal 204 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Senada, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, tengah mengirim sampel miras oplosan ke Pusat Laboratorium Forensik (Pusalbfor) untuk meneliti kandungannya.

“Kami sudah mengirimkan sisa dari miras oplosan itu ke labfor, tentunya kita menunggu nanti kandungan-kandungan apa,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (4/4).

Selain itu, pihaknya juga tengah berupaya meminta izin ke pihak keluarga untuk melakukan autopsi guna mengetahui penyebab kematian puluhan pemuda tersebut. Jadi, hasil lab dan dan autopsi akan dicocokkan. “Kemudian kita cek apa yang menyebabkan kematian itu. Kemudian, juga minta autopsi, agar sinkron dengan hasil lab,” ujarnya.

Sementara penjual miras oplosan yang menewaskan puluhan orang itu berhasil ditangkap kepolisian. Pelaku ditangkap di wilayah Jakarta Selatan. “Jadi, untuk yang miras ada dua TKP ada di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, dan kita sudah mengamankan penjual miras yang ada di Jaksel, RS,” katanya.

Di hadapan petugas, RS mengaku menjual miras oplosan itu seharga Rp20 ribu per plastiknya. “Di plastik, sebagai tempat pengoplosan itu, karena dibungkus plastik, yang menurut pengakuan tersangka dijual harganya Rp20 ribu,” tutupnya. (irw/ipy/JPC/okz)