Beranda Satelit Depok Lagi-lagi Ditutup Akses Jalan Limo Depok

Lagi-lagi Ditutup Akses Jalan Limo Depok

0
Lagi-lagi Ditutup Akses Jalan Limo Depok
SANI/RADARDEPOK TIDAK BISA LEWAT: Pelayanan di kecamatan terganggu lantaran jalan masuk kembali ditutup, kemarin.
SANI/RADARDEPOK
TIDAK BISA LEWAT: Pelayanan di kecamatan terganggu lantaran jalan masuk kembali ditutup, kemarin.

DEPOK – Pemilik lahan yang mengklaim jalan masuk Kecamatan Limo, ingkar janji. Kemarin, pelayanan di kecamatan terganggu lantaran jalan masuk kembali ditutup. Kali ini, penutupan dengan cara mengecor jalan dengan pondasi dua drum.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Depok, Nina Suzana menyebutkan, perjanjian yang sudah disepakati dilanggar. Padahal, saat pertemuan ada bukti tertulis kalau penutupan tidak akan dilakukan kembali, sebelum status lahan jelas hasilnya dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Depok.

Mantan Kasatpol PP Depok ini mengaku, akan kembali komunikasi dengan pemilik lahan agar bisa membuka kembali yang sudah ditutup. “Saat ini hasilnya belum keluar dari BPN, dan ada beberapa berkas yang kurang. Hari ini (kemarin) sudah dilengkapi,” terangnya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Sementara, pemilik lahan, Suganda mengaku, terpaksa kembali menutup akses jalan menuju Kantor Kecamatan Limo. Karena hingga saat ini dia belum juga mendapat kejelasan dari Pemerintah Kota (Pemkot), terkait penyelesaian lahan miliknya yang telah 28 tahun difungsikan.

Dia menambahkan, pelaksanaan penutupan akses sudah dilakukan sebanyak tiga kali. Namun, sepertinya pemerintah kurang serius menindaklanjuti hasil musyawarah dalam upaya menyelesaikan polemik status lahan tersebut.

Terpisah, tokoh masyarakat Kecamatan Limo, Risani mengatakan,  dalam kurun sebulan ini seharusnya Pemerintah sudah menyelesaikan permasalahan tersebut dengan pihak Suganda. Sehingga tidak ada lagi aksi penutupan akses jalan seperti sekarang ini.

“Intinya menurut saya Pemerintah kurang sigap dan kalau sudah begini yang dirugikan tentunya masyarakat. Terutama bagi warga yang membawa kendaraan roda empat. Terpaksa harus memarkir kendaraannya jauh dari kecamatan,” ujar Risani.

Camat Limo, Herry Restu Gumelar menuturkan, belum bisa berkomentar banyak terkait permasalahan ini. Dia baru sepekan menjabat sebagai Camat Limo. Namum meski begitu dia telah mendapat sedikit gambaran tentang permasalahan ini, dan terus melakukan koordinasi dengan Pemkot Depok. “Saya akan koordinasi ke pemkot,” tandasnya.(cr3)