Beranda Pendidikan Mahasiswa UP Bantu Warga

Mahasiswa UP Bantu Warga

0
Mahasiswa UP Bantu Warga
IST FOR RADARDEPOK PENGABDIAN: Salah satu bentuk kegiatan Mesin Pancasila Bina Desa yang dilakukan HIMA Mesin Fakultas Teknik Mesin Universitas Pancasila di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Bekasi.
IST FOR RADARDEPOK
PENGABDIAN: Salah satu bentuk kegiatan Mesin Pancasila Bina Desa yang dilakukan HIMA Mesin Fakultas Teknik Mesin Universitas Pancasila di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Bekasi.

DEPOK – Sebagai bentuk pengabdian mahasiswa Universitas Pancasila (UP) kepada masyarakat, beberapa waktu lalu melakukan kegiatan Mesin Pancasila Bina Desa ke Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Bekasi.

Ketua pelaksana kegiatan, Hanief Rizki Akmal mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja dari Himpunan Mahasiswa (HIMA) Mesin Fakultas Teknik yang merupakan wujud implementasi dari Tri Dharma perguruan tinggi tentang pengabdian masyarakat.

“Kami hadir untuk melengkapi kekurangan atau kebutuhan yang diperlukan masyarakat Desa Pantai Bahagia,” kata Hanief.

Hanief menjelaskan, banyak kegiatan yang dilakukan ia dan temannya selama disana, diantaranya pemberian Water Treatment, pembuatan penerangan jalan, penanaman mangrove, perbaikan perpustakaan, penyuluhan, cek kesehatan dan pengobatan gratis, serta pembagian sembako ke warga.

“Semua kegiatan tersebut kami lakukan untuk melengkapi kekurangan ataupun kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat, sekaligus mengurangi beban dari hidup mereka juga,” jelasnya.

Seperti halnya pemberian water treatment kepada warga, lanjut Hanief, diharapkan masyarakat bisa menggunakan air bersih untuk memenuhi kehidupannya sehari-hari, misalnya untuk mandi.

“Water treatment adalah mesin pengubah air sungai menjadi air bersih yang kami rancang dan buat sendiri khusus untuk warga Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia yang memang krisis air bersih, dan untuk mandi saja mereka harus membeli air sebesar 8 ribu rupiah pergalon,” lanjutnya.

Hanief menambahkan, kalau menggunakan mesin rancangan mereka, masyarakat bisa lebih menghemat biaya. Karena warga tidak perlu lagi untuk membeli air setiap hendak menggunakan. Tapi hanya mengadakan uang kas untuk biaya perawatan pakainya.

“Nanti perawatan pakainya langsung dikelola oleh warga yang sudah ditraining lebih dulu oleh kami (mahasiswa). Alat tersebut sekaligus menjadi konte utama dalam kegiatan Mesin Pancasila Bina Desa,” tangkasnya.

Selain water treatment, adapula pembuatan penerangan jalan yang juga termasuk salah satu kebutuhan di Kampung Beting tersebut. “Kami inisiatif memasang 10 tiang listrik,” tuturnya.

Penanaman mangrove menjadi hal penting dalama kegiatan ini,  dikatakan Hanief, karena Kampung Beting sering mengalami banjir rob.

“Kami kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menanam 200 pohon mangrove disana,” katanya.

Selain itu, rangkaian kegiatan di Mesin Pancasila Bina Desa adalah perbaikan perpustakaan yang meliputi pengecatan hingga merapihkan buku-buku sesuai kategorinya. Kemudian mengadakan penyuluhan tentang cara cuci tangan dan menggosok gigi ke siswa di salah satu Madrasah Ibtidaiyah di Kampung Beting.

“Ada juga cek kesehatan dan pengobatan gratis, dan ditutup dengan pembagian sembako untuk warga. Semuanya kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan warga di sana,” tutup Hanief. (cr3)