Beranda Utama Masih Ditemukan Sekolah Numpang Ujian

Masih Ditemukan Sekolah Numpang Ujian

0
Masih Ditemukan Sekolah Numpang Ujian
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK KUNJUNGAN KEMENDIKBUD: Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno (kanan), Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wilayah 2, Dadang Ruhiyat (kedua kanan) didampingi Kepala SMKN 1, Rochmatul Cholil (kiri) bersama pejabat lainnya melakukan kunjungan ke SMK Negeri 1, Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, kemarin (5/4).
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
KUNJUNGAN KEMENDIKBUD: Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno (kanan), Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wilayah 2, Dadang Ruhiyat (kedua kanan) didampingi Kepala SMKN 1, Rochmatul Cholil (kiri) bersama pejabat lainnya melakukan kunjungan ke SMK Negeri 1, Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, kemarin (5/4).

DEPOK – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SMK se-Indonesia berakhir kemarin (5/4). Dihari terakhir, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan pantauan di SMK Negeri 1 Depok.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno mengatakan, kedatangannya tersebut guna mengecek jalannya pelaksanaan UNBK yang sudah dilaksanakan sejak Senin (2/4) hingga Kamis (5/4) berjalan lancar.

“Alhamdulillah tiga hari dilalui berjalan lancar, khusus Depok dan Jawa Barat SMK semuanya dijalankan 100 persen dengan UNBK,” katanya.

Walau sudah 100 persen, kendala masih saja ditemukan namun hal tersebut dapat segera diatasi dengan cepat. “Sebelum pelaksanaan di sini sempat terjadi listrik padam tetapi kepala cabang dinas, kepala sekolah kontak PLN langsung diatasi sehingga tidak menjadi gangguan,” ungkap Totok kepada Radar Depok.

Disinggung mengenai isu kebocoran soal, ia langsung menanggapi serius. “Mana buktinya? Tunjukkan, saya tidak akan komentar kalau hanya isu saja. Kalau memang ada tunjukkan lokasi sekolahnya dimana, karena kita seolah-olah bocor beneran dan sebenarnya bisa menciptakan kebingungan,” ujar Totok.

Totok mengimbau kepada seluruh siswa untuk tidak terpengaruh dengan isu kebocoran soal tersebut, karena UNBK memiliki prinsip dari setiap anak pasti menghadapi soal berbeda. “Misalnya ada anak jumlahnya 100, makan soalnya pun 100. seandainya benar (bocor) soalnya pasti beda,” tangkasnya.

Dikatakan totok, Ia menjamin kebocoran soal tidak akan terjadi. Karena pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin untuk menekan agar kasus tersebut tidak terjadi. “Yang bisa menjamin itu Gusti Allah, kalau kita upaya soal dienkripsi. Artinya soal sudah ada tiga hari sebelum pelaksanaan UNBK disekolah masing-masing diserver. Baru bisa dibuka nanti saat beberapa menit sebelum pelaksanaan ujian. Siswa dapat token baru bisa login oleh siswa,” jelasnya.

Dari semua pantauan pelaksanaan UNBK, lanjut Totok, tidak menemukan kecemasan yang dialami siswa. “Anak-anak lebih canggih di basis komputer ini dan kita harapkan SMK di semua daerah juga begitu,” lanjutnya.

Dalam pelaksanaan UNBK masih ditemukan sekolah yang menumpang ujian di sekolah lain, karena diketahui sekolahnya tidak memiliki sarana dan prasarana yang menunjang UNBK. Menurut Totok, bagi sekolah yang menumpang ujian ke sekolah lain merupakan hal yang tidak menjadi masalah. “Numpang tidak apa-apa, yang diambil positifnya dari UNBK adanya gotong royong antar sekolah, nanti SMP tidak punya komputer bisa pinjam ke sekolah lain,” katanya.

Dilokasi yang sama, Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang suryadi mengungkapkan, pelaksanaan UN SMK tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pelaksanaan UN di jenjang SMK memiliki dua kategori, yakni ujian praktek dan teori. “Tahun lalu 70 persen praktek, 30 persen teori. Mulai tahun ini 100 persen UN hanya diukur pada aspek teori,” ungkapnya.

Sementara untuk uji kompetensi keahliannya, lanjut Bambang, dilakukan satuan pendidikan yang bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). “Ada yang lewat Dunia Usaha dan Dunia Industri juga,” terangnya.

Bambang berharap, pelaksanaan UN SMK yang berkualitas dan berintegrasi dapat memberikan pengakuan terhadap kualitas dari siswa lulusan SMK di dunia usaha dan industri. “Karena justru capaian kompetensi kejujuran lebih penting untuk dikuasai oleh lulusan SMK,” tutup Bambang. (cr3)