Beranda Utama Miras Oplosan Membunuh 12 Jiwa,7 Diantaranya Warga Depok

Miras Oplosan Membunuh 12 Jiwa,7 Diantaranya Warga Depok

0
Miras Oplosan Membunuh 12 Jiwa,7 Diantaranya Warga Depok
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK RUMAH DUKA : KeluargaImron (22), korbanmeninggaldunia yang didugaakibatminumankerassaatberada di kediamannyaJalanKober, RT 02/05, KelurahanPondokCina, KecamatanBeji, kemarin.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
RUMAH DUKA : Keluarga Imron (22), korban meninggal dunia yang diduga akibat minuman keras saat berada di kediamannya Jalan Kober, RT 02/05, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, kemarin.

DEPOK – Suasana haru begitu terasa di kediaman Imron, di Jalan Kober RT02/RW05 Kelurahan Pondok Cina, kemarin (3/4). Imron salah satu dari tujuh korban tewas, akibat menenggak minuman keras oplosan jenis ginseng.

Mata Maryati ibu Imron masih sembab, selepas menguburkan Imron putra sulungnya dari empat bersaudara. Maryati mengatakan, sebelumnya anaknya tersebut sempat mengeluh mual dan mengaku masuk angin. Kemudian Imron diberi obat tolak angin oleh Maryati.

“Saya sempat tanya ke Imron, tapi dia tidak ngaku kalau minum miras. Saya lihat mukanya semakin pucat sejak Minggu pagi,” ungkap Maryati.

Minggu siang lanjut Maryati, Imron masih sempat main ke luar rumah. Karena kondisinya melemah, Senin (2/4) malam keluarga akhirnya membawa Imron ke rumah sakit.

“Imron meninggal jam 04.00,” kata Maryati kepada Radar Depok, kemarin.

Tak hanya Imron diketahui, hingga Selasa (3/4) korban miras oplosan mencapai tujuh orang. Mereka adalah‎ Achmad Mujofar, Andri, Ani, Imron Saldi, Mansyur, Hariyandi, M Sidik. Mereka tinggal tersebar di wilayah Kelurahan Pondok Cina dan Jalan Remaja Kelurahan Mampang.

Minuman mematikan tak hanya menelan tujuh korban. Masih ada 14 korban lainnya yang dirawat di rumah sakit. Selain itu, menurut salah satu warga RT02/05 Kelurahan Pondok Cina, Jaelani korban diduga membeli minuman keras oplosan di sebuah warung yang berlokasi di Srengseng Sawah RT2/RW1 Kelurahan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Warung tersebut berbatasan langsung dengan wilayah Pondok Cina dan Kelapa Dua, Kota Depok.

“Biasanya anak sini (Jalan Kober, red) kalau beli minuman di Jalan Akses UI,” kata Jaelani kepada Radar Depok.

Jaelani menyebutkan, selain Imron ada lagi satu korban tewas di lingkungannya yang meninggal, yaitu Mujofar. Dia juga menceritakan salah satu putranya turut menjadi korban, dan saat ini masih mendapat perawatan di rumah sakit Bhakti Yudha.

“Saya juga ngga tahu apa yang diminum, karena tidak ada aroma minuman keras saat diminum,” kata Jaelani.

Sementara itu, menurut keterangan dokter anaknya mengalami penyakit pada bagian paru-parunya. Akibat minuman oplosan paru-paru korban seperti terbakar. “Kata dokter sih, paru-parunya terbakar. Makanya wajah dari korban meninggal seperti membiru,” kata Jaelani.

Sementara, berdasarkan penyelidikan petugas Polres Kota Depok, para korban mendapatkan minuman oplosan itu dengan cara membelinya di pedagang miras di wilayah Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

“Barang bukti sudah kami amankan ada di Polsek Beji, itu lokasi penjualan masuk wilayah Jagakarsa, selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan polsek setempat,” kata Kapolresta Depok, Kombes Didik Sugiyarto.

Terpisah, Humas rumah sakit Tugu Ibu Cimanggis, Nurzasmi membenarkan, ada korban minuman keras berupa gingseng yang di rawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Sejak Senin (2/4), sekitar jam dua dini hari ada beberapa pasien yang terindikasi keracunan minuman ginseng. Jumlahnya mencapai 19 orang pasien,” ucapnya.

Dari 19 korban miras tersebut, satu orang dinyatakan meninggal, satu orang dirawat di High Care Unit (HCU), tujuh orang di rawat di ruang perawatan umum, dan 10 orang sisanya sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing–masing. “Korban meninggal atas nama Imron, warga Jalan Kober Selasa jam 04.10,” pungkasnya.

Kejadian maut secara serentak ini terjadi tidak hanya di Depok. Di Jakarta Selatan juga merenggut lima nyawa. “Bertambah meninggal dunianya, lima orang, sudah kita identifikasi,” ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar, Selasa (3/4).

Kelima orang tersebut membeli minuman keras oplosan di warung milik RS yang berada di Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Minggu (1/4) malam. Indra mengatakan, berdasarkan keterangan saksi yang merupakan ayah dari salah satu korban, anaknya mengeluhkan sakit di bagian perut pada Senin (2/4) sekitar pukul 02.00 WIB.

Sekitar pukul 05.00 WIB, anaknya mengeluh sesak di bagian dada. Kemudian pada pukul 09.00 WIB korban dilarikan ke rumah sakit. Namun korban meninggal dunia pada pukul 23.00 WIB. Menurut Indra, berdasarkan keterangan korban selamat berinisial GR, dia dan temannya membeli dua plastik minuman keras. Satu plastik miras dibeli dengan harga Rp20 ribu.(cr2/dra/JPC)