INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK TAK ADA AKTIVITAS: Setelah didatangi Satpol PP, pembangunan proyek MS Town House tak ada lagi.
INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK
TAK ADA AKTIVITAS: Setelah didatangi Satpol PP, pembangunan proyek MS Town House tak ada lagi.

DEPOK – Suasana lengang nampak di lokasi proyek pembangunan MS Town House, Jumat (27/4) siang. Tidak terlihat adanya pengerjaan pembangunan unit rumah di lokasi tersebut.

Pagar pintu masuk MS Town House tertutup rapat. Hanya ada dua orang pekerja yang keluar pagar dengan mengendarai sepeda motor dan membawa galon air kemasan.

Udet, seorang pekerja bangunan MS Town House menuturkan, sejak pagi hingga siang tidak melakukan aktivitas pembangunan.

Dia tidak mengetahui kenapa tidak ada perintah untuk mengerjakan bangunan oleh pelaksana proyeknya.

“Nggak tahu kenapa nggak disuruh kerja hari ini. Mungkin karena material sudah habis. Soalnya kita kalau disuruh kerja ya kerja, nggak ya nggak,” ucap Udet.

Para pekerja bangunan hanya melakukan aktivitas bersih–bersih di lokasi proyek.

“Saya kerja di sini sudah mau jalan empat minggu. Baru hari ini saja disuruh stop kerja dulu,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, pembangunan lima unit rumah di MS Town House yang berlokasi di Perumahan Bank Bumi Daya (BBD) RW03, Kelurahan Mekarsari, Cimanggis, mendapat protes dari warga setempat.

Pasalnya MS Town House dianggap sudah menipu warga sekitar dengan menyalahgunakan izin warga.

“Ketika pihak pemilik bangunan mengajukan izin kepada warga sebelum melakukan pembangunan, mereka minta izin untuk renovasi, perluasan rumah tinggal. Namun kenyataannya pemilik bangunan malah membongkar bangunan yang sudah ada dan membuat lima unit bangunan rumah dua lantai,” ucap Divisi Hukum Komplek, BBD Bona Silaban, Rabu (25/4).

Selain itu yang membuat warga kian kesal adalah, warga mendapati sebuah iklan perumahan di situs jual beli Olx yang menawarkan unit rumah di MS Town House tersebut dengan harga sangat fantastis.

“Bayangin saja bang, di Olx satu unitnya (dijual) Rp1 miliaran. Padahal dia (pemilik, red) nggak ada sumbangsihnya untuk warga sini. Jalan masuknya juga menggunakan fasos-fasum Komplek BBD,” katanya. (dra)