Beranda Politika Panwaslu Ingin Seluruh Elemen Peduli Pemilu

Panwaslu Ingin Seluruh Elemen Peduli Pemilu

0
Panwaslu Ingin Seluruh Elemen Peduli Pemilu
RICKY/RADAR DEPOK SOSIALISASI: Ketua Bawaslu Jabar, Hermanus Koto didampingi Ketua dan Komisioner Panwaslu Kota Depok berfoto bersama perwakilan peserta sosialisasi yang diselenggarakan Panwaslu Kota DEPOK di Gedung Sasono Mulyo Kelurahan Jatimulya, Cilodong, Rabu (4/3).
RICKY/RADAR DEPOK
SOSIALISASI: Ketua Bawaslu Jabar, Hermanus Koto didampingi Ketua dan Komisioner Panwaslu Kota Depok berfoto bersama perwakilan peserta sosialisasi yang diselenggarakan Panwaslu Kota DEPOK di Gedung Sasono Mulyo Kelurahan Jatimulya, Cilodong, Rabu (4/3).

DEPOK Meningkatkan dan menggugah kesadaran seluruh elemen masyarakat dalam pengawasan Pilgub Jabar 2018. Panwaslu Kota Depok mengadakan sosialisasi pengawasan partisipatif bagi organisasi masyarakat sipil (OMS), tenaga kesehatan, dan partai politik se-Kota Depok, di Gedung Sasono Mulyo, Kelurahan Jatimulya, Cilodong, Rabu (4/3).

Ketua Panwaslu Kota Depok, Dede Slamet Permana menjelaskan, peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut multi segmen, yakni Organisasi Masyarakat Sipil (OMS), Organisasi Kepemudaan, tenaga kesehatan dan partai politik yang ada di Kota Depok.

“Tenaga kesehatan itu seperti ikatan dokter, bidan, perawat dan apoteker. Total pesertanya 100 orang,” kata Dede disela-sela acara kepada Radar Depok.

Tujuannya, lanjut Dede, agar peserta dapat peduli terhadap tahapan yang sedang berlangsung, terutama saat ini mau dilakukan tahapan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Selain itu, pihaknya berharap agar peserta dapat memberikan informasi jika ada yang belum terdata dan menginformasikan kembali terkait tahapan kepada keluarga maupun masyarakat di sekitar mereka tinggal. “Juga kepada anggota organisasinya yang lain,” paparnya.

Termasuk, sambung Dede, kepada Parpol yang menjadi pengusung Paslon agar mentaati aturan kampanye, masyarakat juga harus lebih peduli karena dalam rangka Pilgub ini, tentu bakal banyak alat peraga kampanye (APK) dan bahan kampanye (BK) yang tidak sesuai dengan aturan.

“Kami juga butuh informasi dari masyarakat terkait laporan-laporan itu,” terang Dede.

Seperti halnya KPU yang memiliki Agen Sosialisasi untuk membantu tugas penyelenggara Pemilu tersebut dalam hal sosialisasi, di Panwaslu sendiri memiliki program relawan pengawas, dimana saat ini pihaknya melibatkan Pramuka.

“Kalau saat ini peserta lebih kepada peran serta masyarakat untuk umum saja dan tidak di follow up secara khusus dan lebih kepada membangun kesadaran,” ujar Dede.

Komisioner Panwaslu Kota Depok, Andriansyah menambahkan, untuk Parpol, pihaknya sudah memberikan surat himbauan untuk mentaati aturan yang berlaku dan tersampaikan secara utuh, dalam arti bukan hanya di tingkat DPC atau DPD saja. Namun, sampai ke ranting dan anak ranting juga.

“Karena, terkadang info sudah kami sampaikan, tapi alasannya banyak yang tidak mengetahui atau tidak tahu aturan. Ada juga yang dengan sendiri, baik pengurus partai atau anggota dewan yang memasang sendiri APK yang sudah diajukan ke KPU,” kata Andriansyah.

Namun, saat ini mulai bermunculan banner-banner kecil, dari pengurus partai atau Bacaleg dengan atas nama serta membawa serta pasangan calon di banner tersebut. “Jelas itu tidak dibolehkan , terkait APK,” ulasnya.

Terkait BK, lanjut Andriansyah, harus disebarkan ke masyarakat, bukan dipasang atau ditempat di tempat umum. “Kalau BK disebarkan terus masyarakat menempelnya di rumah itu tidak masalah, yang penting tidak ditempelkan Timses. BK itu kan dibagikan satu masyarakat satu BK dan dicetaka per KK, kalau ditempel berjejer, itu bisa dipastikan ditempel timses,” papar Andriansyah. (cky)