RICKY/RADAR DEPOK KENANG-KENANGAN: Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid meneriman kenang-kenangan dari perwakilan PD Salimah Kota Depok Saat kegiatan di Gedung Sekar Peni, Kelurahan Depok, Pancoranmas, Sabtu (28/4).
RICKY/RADAR DEPOK
KENANG-KENANGAN: Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid meneriman kenang-kenangan dari perwakilan PD Salimah Kota Depok Saat kegiatan di Gedung Sekar Peni, Kelurahan Depok, Pancoranmas, Sabtu (28/4).

DEPOK – Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid mengungkapkan, satu idiom jaman old yang sangat relevan dengan Sosialisasi Empat Pilar MPR yakni `tak kenal maka tak sayang’.

Jika rakyat Indonesia tidak mengenal Empat Pilar MPR yang terdiri dari Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, maka tidak akan tumbuh rasa cinta dan sayang kepada bangsa dan negara.

Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa HNW ini, saat memberikan keynote speech di hadapan ratusan anggota Pimpinan Daerah Persaudaraan Muslimah (PD Salimah) Kota Depok dan ibu-ibu majelis taklim seputar kota Depok peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kerjasama MPR RI dengan PD Salimah, di Gedung Puri Sekar Peni, Kelurahan Depok, Pancoranmas, Sabtu (28/4).

Hadir dalam acara tersebut perwakilan Walikota Depok, anggota DPR RI Fraksi PKS Dapil Jawa Barat VI Mahfudz Abdurrahman dan Ketua PD Salimah kota Depok Raden Siti Nurani.

“Namun, sayang dan cinta kepada bangsa dan negara bukan sayang dan cinta monyet yang hanya hangat di permukaan tapi cinta dan sayang secara tulus seperti cinta kita kepada keluarga yakni memberikan secara total segala yang terbaik yang bisa kita berikan,” kata mantan Presiden PKS ini.

Dikatakan HNW, untuk itulah MPR sesuai dengan perintah UU melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar dengan berbagai metode yang tepat kepada berbagai elemen masyarakat di seluruh Indonesia.

“MPR tidak milih-milih dalam melakukan sosialisasi. Sosialisasi membuka tangan lebar-lebar kepada semua elemen masyarakat asal dia warga bangsa Indonesia maka dia bisa mengikuti sosialisasi. Saya tekankan juga betapa pentingnya kegiatan sosialisasi ini,” ujarnya.

Berbicara soal Pancasila, dikupas HNW dalam materi sosialisanya. Pancasila adalah kesepakatan seluruh rakyat Indonesia dan menjadi dasar dalam pembentukan dan penegakan negara Indonesia yang digali kembali dari nilai-nilai luhur bangsa yang memang sudah ada yang kemudian dirumuskan oleh para pendiri bangsa Indonesia yang juga berbeda-beda dan beragam.

Pancasila, lanjut HNW, juga adalah perekat. Pancasila mampu merekatkan Indonesia yang keberagamannya sangat luarbiasa. Pentingnya kehadiran Pancasila bisa dirasakan ketika negara besar, negara adikuasa Uni Soviet bisa hancur menjadi beberapa negara yang terpecah-pecah.

Perestroika merupakan upaya Gorbachev menyelesaikan masalah kompleks yang dihadapi Uni Soviet yang bertujuan agar terjadinya restrukturisasi dalam negara. Pada prakteknya, konsep perestroika justru menjadi awal kehancuran total Uni Soviet.

“Untuk itulah kita sebagai rakyat Indonesia mesti menjaga Pancasila agar tidak terusik, upaya memahami kemudian mencintai dan mengimplementasikan Pancasila,” tandasnya.

Hal yang senada diungkapkan Herlina Agustina selaku ketua panitia seminar 4 pilar kebangsaan yang diadakan PD Salimah. Kata dia, pihaknya mengajukan permohonan acara memang lumayan cukup lama sampai acara ini bisa terlaksana, acara ini dihadiri oleh seluruh perwakilan cabang salimah kota Depok, mahasiswa, ibu majlis taklim.

“Tujuanya sesuai dengan apa yang disampaikan pak ketua MPR mengembalikan kembali pemahaman masyarakat Indonesia khususnya Depok tentang nilai – nilai luhur bangsa, sekaligus dengan sosialisasi empat pilar ini kami mendukung visi kota Depok “ Menjadikan Kota Depok yang aman, Nyaman, dan Religius” ujarnya. (cky)