Beranda Metropolis Pedagang Kemirimuka Depok Setuju Pasar Direnovasi

Pedagang Kemirimuka Depok Setuju Pasar Direnovasi

0
Pedagang Kemirimuka Depok Setuju Pasar Direnovasi
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK AKTIFITAS PASAR TRADISIONAL : Warga sedang beraktifitas di kawasan Pasar Kemiri Muka, Kecamatan Beji, kemarin.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
AKTIFITAS PASAR TRADISIONAL : Warga sedang beraktifitas di kawasan Pasar Kemiri Muka, Kecamatan Beji, kemarin.

DEPOK – Pedagang mulai legawa saat mendengar Pasar Kemirimuka akan direnovasi, selepas digusur Pengadilan Negeri (PN), Kamis (19/4) mendatang. Pedagang memang berkeinginan Kemirimuka tetap menjadi pasar.

Pantauan Radar Depok di Pasar Kemirimuka yang terletak di Kelurahan Kemirimuka, nampak sepi. Banyak bangunan kios yang kosong, karena pedagang lebih memilih berjualan di sepanjang jalan mulai dari bawah fly over Arif Rahman Hakim.

Sedangkan bangunan los dan kios malah difungsikan sebagai gudang dan tempat tidur para pedagang. Menurut salah satu pedagang beras di Pasar Kemirimuka, Ferianto. Dia sempat resah dengan isu eksekusi yang akan dilakukan di Pasar Kemirimuka.

Namun, jika pasca eksekusi akan dilakukan renovasi pasar dia sepakat, karena permintaan pedagang ingin tetap berdagang di Pasar Kemirimuka. “Kami setuju kalau ingin dibuat pasar lagi, karena permintaan pedagang ingin tetap bisa jualan disini,” kata Ferianto.

Begitupula yang dikatakan pedagang pakan unggas, Rudi. Dia  mengaku, setuju jika ada rencana untuk merenovasi Pasar Kemirimuka. Hanya saja dia mengkhawatirkan saat adanya proses renovasi di Pasar Kemirimuka. “Saat renovasi berjalan, sementara kami berjualan dimana. Karena belum jelas lahan relokasi saat pelaksanaan renovasi pasar,” kata Rudi kepada Harian Radar Depok, saat ditemui di kiosnya.

Terpisah, Kepaka Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Depok, Kania Parwanti menegaskan, ada beberapa hal yang penting jika benar-benar mau diesekusi. Pertama, sesuai SK Gubernur Jawa Barat (Jabar), tentang persetujuan lokasi tanah seluas 2,6 hektar harus diberikan kepada pemerintah. Kedua, lahan telah tercatat dalam inventarisasi aset pemerintah. Ketiga, Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) telah berakhir 2008. “Ini yang harus diperhatikan,” tutur Kania.

Hal lain yang perlu menjadi pemikiran bersama, sambung dia apabila dilakukan eksekusi, saat ini faktanya Kemirimuka sudah menjadi pasar induknya Depok. Dengan lokasi yang dekat stasiun dan terminal, banyak barang dari Kota Depok yang disuplai dari Kemirimuka. “Stabilitas perekonomian dan stok pangan Kota Depok menjadi hal yang perlu jadi pemikiran bersama apabila dilakukan eksekusi,” tegasnya.

Jika esekusi benar-benar terjadi, kestabilan stok pangan dan perekonomian Depok akan terganggu. Apalagi saat esekusi waktunya menjelang puasa lebaran dan pilkada. “Esekusi akan mempengarui inflasi,” bebernya.

Sementara sebelumnya, PT. Petamburan Jaya Raya (PT PJR) selaku pemenang tarik menarik dengan Pemkot Depok, membawa angin segar bagi pedagang. PT PJR berjanji bakal merenovasi Pasar Modern Kemirimuka.

“Terbukti semua telah di menangkan PT. Petamburan Jaya Raya dan diyatakan inkrach terhadap Pasar Kemirimuka, atas bukti kepemilikan berupa sertifikat HGB Nomor 68 atas nama PT. Petamburan Jaya Raya dinyatakan sah,” kata Direktur PT Petamburan Jaya Raya, Yudhy Pranoto Yunanto kepada Harian Radar Depok.

Dengan demikian, kata Yudhy berdasarkan putusan Kasasi dan PK MA, maka status quo Pasar Kemirimuka sudah tidak lagi. Pihaknya meminta kepada Pengadilan Negeri (PN) Depok untuk menindaklanjuti hasil dari Keputusan Pengadilan tersebut untuk men-geksekusi pasar Kemirimuka.

Sementara itu, Yudhy menyebutkan dengan adanya berita eksekusi ini menimbulkan kejolak dikalangan pedagang Pasar Kemirimuka. Bahkan, mendapatkan tanggapan dari Walikota Depok, Idris Abdul Somad dan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriyatna, yang juga viral di media sosial.

Dalam pernyataannya, Walikota Depok menyatakan bahwa peruntukan lahan pasar Kemirimuka hanya boleh untuk dibangun pasar. Walikota dan Wakil Wali Kota juga meminta kepada PT. Petamburan Jaya Raya harus mengakomodir 1.400 pedagang Pasar Kemirimuka.

Yudhy mengaku, sudah menjawab tuntutan Pemkot Depok itu sesuai saran Ketua PN Depok, Sobandi agar PT. PJR membuka ruang untuk negosiasi dengan Pemkot Depok sebelum dilakukan eksekusi. Menurutnya, hal tersebut sudah dipenuhi PT. PJR yaitu lewat usulan yang disampailan Ketua PN Depok. Bahwa PT. PJR bersedia membangun kembali pasar tradisional modern Kemirimuka segera, setelah mendapat izin dari Pemkot Depok.

“Tapi sampai hari ini belum ada jawaban dari Walikota Depok, sehingga kami belum bisa menjawab kalau ditanya kapan pasar Kemirimuka akan kebali dibangun setelah di eksekusi nanti,” keluh Yudhy.

Terpisah, Humas Pengadilan Negeri Depok, Teguh membenarkan jika pihaknya akan melakukan eksekusi pasar Kemirimuka pada 19 April mendatang. Eksekusi itu sudah sesuai keputusan Pengadilan Negeri Depok Nomor: 04/Pen.Pdt/Del.Eks.Peng/2015/PN.DPK.

“Iya benar akan ada eksekusi pasar Kemirimuka 19 April besok. Saat ini kami sedamg koordinasi dengan pihak keamanan untuk kepentingan eksekusi tersebut,” kata Teguh.(cr2)