Beranda Metropolis Pengelolaan Pakir Depok Baru Tujuh Titik

Pengelolaan Pakir Depok Baru Tujuh Titik

0

DEPOK – Pengelolan pakir di Kota Depok masih terbilang minim, untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD) yang dikelola Pemerintah Kota Depok. Berdasarkan Surat Keputusan Walikota Depok, lahan pakir yang dikelola Pemkot Depok yakni Dinas Pergubungan (Dishub) Depok baru tujuh titik.

“Ini bentuknya retribusi parkir sesuai SK Walikota Depok, tempatnya seperti di Balaikota, RSUD, Pasar Cisalak, Pasar Agung, Pasar Sukatani, Pasar Pal, dan kantor Dishub,” sebut Kepala Dishub Depok, Dadang Wihana, kepada Radar Depok, kemarin.

Ditanya jumlah pendapatan retribusi pakir setiap tahunya, Dadang mengaku belum bisa menyebutkan secara detail.

“Saya belum masuk ke urusan perparkiran dulu selama sembilan hari masih konsolidasi masalah aktual yang dibutuhkan warga. Kita harus buka data dulu,” beber pria yang baru menjabat Kadishub Kota Depok ini.

Konsolidasi internal ini sebut dia, seperti dilaksanakannya penempatan personil di perempatan jalan kawasan Kecamatan Cinere.

Kata dia, selama ini tidak ada anggota Dishub untuk mengatur lalu lintas antara lain di Persimpangan Dinasty dan Jalan Bandung, dan Jalan Raya Cinere.

Dalam hal parkir, akan meningkatkan dan mengontrol retribusi pakir yang dikelola Dishub Depok. Ia menegaskan, soal pakir ini ada dua yakni retribusi dan pajak, jadi harus dibedakan. “April untuk parkir Insya Allah minggu ketiga digarap,” ucap mantan Kepala Kesbangpol Depok ini.

Terpisah Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Depok, Qurtifa Wijaya mengatakan, untuk pakir dalam segi pajak melebih target pada 2017 dari Rp10,3 miliar. “Pajak parkir over target, di 2017 capai Rp10, 8 miliar. Atau 104, 48 persen,” ucap Qurtifa singkat. (irw)