PEBRI/RADAR DEPOK RESMI: Pengurus DPC Hipptaki Kota depok (atas) bersama dengan tamu undangan dalam kegiatan pengukuhan pengurus, Jumat (27/4).
PEBRI/RADAR DEPOK
RESMI: Pengurus DPC Hipptaki Kota depok (atas) bersama dengan tamu undangan dalam kegiatan pengukuhan pengurus, Jumat (27/4).

DEPOK – DPC Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Tata Keluarga Indonesia (Hipptaki) Kota Depok akhirnya dikukuhkan pengurusnya. Pengukuhan tersebut, sekaligus sebagai catatan sejarah, karena ini adalah kepengurusan Hipptaki yang pertamakali ada di Kota Depok. Selain pengukuhan pengurus DPC Hipptaki Kota Depok, kegiatan pengukuhan yang dilaksanakan di lantai 10 Gedung Baleka II pada Kamis, (26/4), juga ada pengukuhan pengurus DPD Hipptaki Provinsi Jawa Barat.

Wakil Ketua DPC Hipptaki Kota Depok, Noor Mislah, mengatakan, pengukuhan pengurus DPC Hipptaki Kota Depok dan DPD Hipptaki Provinsi Jawa Barat tersebut, untuk periode 2018-2023. Jabatan Ketua DPC Hipptaki Kota Depok diisi oleh Titi Martiyah, dan untuk Ketua DPD Provinsi Jawa Barat, yang menjadi ketuanya adalah Wahyu Agus Susatyo.

“Di DPC Hipptaki Kota Depok, Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) yang bergabung ada 16 LKP,” ucapnya kepada Radar Depok.

Noor menjelaskan, LKP yang menjadi anggota Hipptaki tidak hanya sekedar melatih dan mendidik saja, tetapi juga menyalurkan potensi dan bakat mereka, sehingga bisa masuk dalam dunia kerja dan usaha. Oleh karena itu, hal tersebut sangat berkaitan dengan tema yang diusung Kota Depok di tahun ini, dalam perayaan ulang tahunnya, yakni cerdas dan berbudaya.

“Cerdas bukan tentang ilmu pengetahuan, di LKP cerdas adalah bagaimana bisa menciptakan anak didik yang memiliki ketrampilan dan siap untuk masuk dunia kerja dan usaha,” jelasnya.

Noor menuturkan, ada lima rumpun yang diajarkan di Hipptaki, yakni ada tata boga, pertamanan, supir, pengurus anak-anak (babysiiter), dan perawatan tubuh. Semua itu, tentunya berkaitan dengan karakter orang, dengan sikap dan sifatnya. Oleh karena itu, pendidikan yang diberikan di LKP yang tergabung di Hipptaki, penampilan dan tata krama.

“Ini berkaitan dengan berbudaya, jadi menanamkan budaya yang baik dalam bersikap dan bertingkah laku,” jelasnya. (peb)