RICKY/RADAR DEPOK COPOT SPANDUK: Kader DPD PKS Kota Depok sedang mencopot spanduk hoax yang terpasanng di JPO Margo City – Depok Town Square Jalan Raya Margonda, Depok, Jumat (27/4).
RICKY/RADAR DEPOK
COPOT SPANDUK: Kader DPD PKS Kota Depok sedang mencopot spanduk hoax yang terpasanng di JPO Margo City – Depok Town Square Jalan Raya Margonda, Depok, Jumat (27/4).

DEPOK DPD PKS Kota Depok merasa dirugikan akan adanya spanduk berisi kampanye hitam PKS di beberapa titik Kota Depok. Karenannya partai berlambang bulan sabit kembar tersebut akan melaporkan ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Depok.

Ketua DPD PKS Kota Depok, Moh. Hafid Nasir mengatakan, 27 April 2018 ditemukan spanduk berisi tentang kampanye hitam PKS di depan Jalan Penyebrangan Orang (JPO) Margo City- Depok Twon Square (Detos), Pangkalan Ojek Simpangan dan lampu merah Cilodong yang berisi berisi #2019 ‘Membawa Misi Merubah Negara Demokrasi Menjadi Khilafah Islamiyah’.

“Tuduhan tersebut adalah keji. Tidak berdasar dan fitnah. Sebab, PKS sebagai partai politik di Indonesia yang berkiprah sejak tahun 1999 selalu mendukung dan memperkuat sistem demokrasi di negeri ini,” tutur

Hafid yang juga Anggota DPRD Kota Depok ini melanjutkan, atas temuan tersebut, pihaknya bakal membuat laporan ke instansi terkail, khususnya ke KPU dan  Panwaslu Kota Depok. Selain itu, ia berharap bahwa spanduk-spanduk sejenis tidak beredar lagi di Indonesia.

“Khususnya di Kota Depok dan mengharapkan pelaku penyebaran black campaign segera tertangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tim kami sedang mempersiapkan laporannya,” ucap Hafid.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Depok, M. Supariyono mengatakan, keberadaan spanduk Khilafah Islamiyah berlogo PKS yang terpasang di jembatan penyeberangan bukan pihaknya yang memasang. “Sudah saya perintah untuk di copot. Itu saya pastikan, spanduk tersebut bukan produk PKS,” ujar Supariyono.

Dikesempatan yang sama, Anggota Fraksi PKS DPRD Jawa Barat, Imam Budi Hartono menegaskan pihaknya sangat menyayangkan adanya spanduk yang mengatasnamakan PKS tersebut. “Ini tahun politik, jadi ada upaya ingin mendiskreditkan PKS. Kami tetap komit dengan NKRI,” kata pria yang disapa IBH.

Secara terpisah, Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada DPD PKS Kota Depok, Mutaqin mengatakan, spanduk tersebut jelas ada oknum yang ingin menyudutkan PKS, lantaran terpasang di tempat larangan. Sehingga, nanti dianggap PKS diberi hak istimewa oleh Pemkot Depok.

“Alhamdulillah, spanduk tersebut sudah kami copot. Saya sangat menyayangkan pihak-pihak yang memasang spanduk ilegal seperti itu,” ketusnya.

Menurut dia, oknum yang memasang spanduk tersebut mungkin menujukan kepanikan merèka dengan beredarnya tagar #2019 ganti presiden. “Ada yang takut, lalu mengajak orang lain untuk bersama-sama takut. Nyari temen. Gitulah. Dengan spanduk itu mereka mau menakuti-nakuti masyarakat bahwa PKS pada tahun #2019 akan mengganti negara Demokrasi dengan Khilafah Islamiyyah,” kata dia.

PKS Depok beragapan spanduk itu menyerahkan kepada masyarakat sebab masyarakat sudah cerdas. “Saya yakin masyarakat tidak akan terpengaruh dengan provokasi semacam itu,” tutupnya. (cky/irw)