Beranda Metropolis PN Depok Tetap Gusur Kemirimuka

PN Depok Tetap Gusur Kemirimuka

0

DEPOK – Meski mendapat desakan kuat dari Pemerintah Kota Depok dan ribuan pedagang, agar membatalkan eksekusi Pasar Kemirimuka. Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok, tetap keukeuh mengeksekusi lahan Pasar Kemirimuka, Kamis (19/4)  mendatang.

Kepala PN Kota Depok, Subandi menuturkan, telah menjadwalkan ekseskusi lahan kemirimuka yang terletak di Kecamatan Beji, Kamis (19/4) medatang. Pihaknya melakukan eksekusi berdasarkan keputusan Pengadilan Negeri Cibinong, Kabupaten Bogor. “Kami tetap akan laksanakan karena berketapan hukum,” kata Subandi kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Pengadilan Negeri Kota Depok, lanjut dia mendapat delegasi dari Pengadilan Negeri, Cibinong Kabupaten Bogor. “Kami hanya eksekutor, karena mendapat delegasi dari pengadilan negeri Kota Depok,” tegas Subandi.

Sementara itu, Humas PN Depok, teguh Arifiano mengatakan, memastikan eksekusi pasar bakal dilakukan. “Ya pasti dieksekusi kalau sudah inkrah,” kata Humas PN Depok Teguh Arifiano di Gedung PN Depok.

Mengenai dampak sosial, terkait nasib pedagang yang terancam kehilangan pekerjaan, Teguh menyebut itu bukan alasan eksekusi tak dilaksanakan. Dia menambahkan, belum mengetahui apakah Pemkot mengajukan upaya hukum terkait kekalahan dalam gugatan lahan Pasar Kemirimuka.

Dia mengatakan, yang bisa menunda eksekusi adalah perlawanan dari pihak ketiga. Pihak ketiga yang dimaksud yaitu pihak yang namanya belum muncul dalam gugatan sebelumnya. “Jadi harus benar-benar pihak baru yang punya hak,” terang Teguh.

Sedangkan sebelumnya, ribuan pedagang Pasar Kemirimuka dapat angin segar. Pemkot Depok saat ini sedang mempersiapkan gugatan baru kepada PT Petamburan. Bukti baru : hak guna bangun (HGB)  habis yang nantinya akan dibawa kema hijau.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Depok, Nina Suzana mengatakan, Pemkot Depok memiliki bukti baru menjadi bahan gugatan kepada pihak perusahan tersebut.

“Kami gugat kembali, karena ada bukti baru. Yang jelas Bagian Hukum Pemkot Depok yang menanganinya. Kami tetap mempertahankan lahan Pasar Kemirimuka, karena melihat hajat banyak orang,” kata Nina kepada Radar Depok, kemarin.

Menurutnya, lahan Pasar Kemirimuka dengan luas 2,6 hektar sejatinya sudah diserahkan dari Pemerintah Kabupaten Bogor ke Pemkot Depok. Artinya, lahan pasar itu milik negara. “Hak guna pemakaianya PT. Petamburan dari Pemkab Bogor masanya sudah habis. Otomatis balik lagi ke negara,” ucapnya.

Terpisah, Kabag Hukum Setda Depok, Selviadona menegaskan, terkait perkara hukum Pasar Kemirimuka memang sudah inkrah alias berkekuatan hukum tetap. Kendati, Pengadilan Negeri Depok berencana akan melakukan esekusi pasar tersebut, Pemkot Depok meminta untuk dilakukan penangguhan esekusi pasar. “Pak Walikota Depok sudah berkirim surat ke Kepala PN Depok untuk meminta penangguhan eksekusi,” singkat perempuan yang sering disapa Dona ini.(cr2/irw)