IRWAN /RADAR DEPOK JANGAN DITIRU: Tersangka kasus kekerasan yang terjadi di Jalan Dewi Sartika, Pancoranmas pada Selasa (24/4) dinihari, diamankan Polresta Depok, kemarin (26/4).
IRWAN /RADAR DEPOK
JANGAN DITIRU: Tersangka kasus kekerasan yang terjadi di Jalan Dewi Sartika, Pancoranmas pada Selasa (24/4) dinihari, diamankan Polresta Depok, kemarin (26/4).

DEPOK – Emp‎at orang ditetapkan sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan atau perampasan yang terjadi di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas Depok pada Selasa (24/4) dinihari.

Keempatnya ditetapkan tersangka setelah penyidik mendalami keterangan saksi dan alat bukti yang didapat. Mereka adalah Rizki (18), WK (17), RK (17) dan FD (17).

Sebelumnya polisi mengamankan tujuh orang dari sebuah rumah di kawasan Jatijajar, Cimanggis Depok. Saat diamankan, mereka sedang pesta miras.‎ “Penyidik setelah melakukan penangkapan tujuh orang dan memeriksa juga memadukan alat bukti baik saksi maupun alat bukti, akhirnya kami tetapkan empat orang sebagai tersangka,” kata Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto, Kamis (26/4).

Dari hasil penyidikan diketahui bahwa keempatnya terlibat langsung dalam tindakan perampasan di dua lokasi pada malam yang sama. Kejadian pertama di tukang nasi goreng di Jalan Dewi Sartika dan warung kopi di Beji, Depok.

“Dari empat tersangka, tiga diantaranya terlibat langsung dalam aksi yang terjadi di Pancoran Mas. Mereka merampas ponsel dan minta uang. Kemudian dilanjut memeras di kawasan Beji di warung kopi yang dilakukan lima orang,” tukasnya.

Tiga orang yang tidak terbukti terlibat kemudian dikembalikan pada keluarga.‎ Dari empat tersangka itu, tiga diantaranya berusia di bawah umur.

Sedangkan satu orang tersangka sudah dewasa. Soal peranan‎ masing-masing, saat ini polisi masih menyelidiki lebih dalam. ‎Penyelidikan sementara, yang membacok korban di Jalan Dewi Sartika adalah WK. Adegan itu terekam CCTV.

“Ada yang membonceng, ada yang mempersiapkan diri untuk melarikan diri setelah aksi. Kemudian ada yang mengawasi situasi,” tukasnya.

Dari keempat tersangka, hanya tiga orang yang terlibat kasus perampasan di Pancorasmas dan Beji. Sedangkan satu orang terlibat di wilayah Tapos, Cimangis.‎ Polisi juga masih memburu pelaku lainnya. Untuk di kejadian Pancoranmas polisi memburu dua orang lagi. Sedangkan di Tapos diburu tiga orang. “Total ada lima orang yang masih dikejar,” ucapnya.

Pelaku dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Untuk tersangka anak akan dikenakan peradilan anak. ‎Sebelumnya, Seorang warga bernama‎ Syaifullah Abdurahman Efendy terluka karena ditusuk orang tak dikenal ‎pada Selasa (24/4) dinihari. Abdurahman Efendy ditusuk tiga orang ketika melintas di‎ Jalan Dewi Sartika Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas. Saat itu korban sedang membeli nasi goreng.

Tiba-tiba datang tiga orang dengan menggunakan satu unit motor honda beat warna Pink. Salah satu dari ke tiga pelaku mendekat dan menodongkan celurit. Pelaku meminta telepon genggam dan motor korban yang saat itu diparkir di bahu jalan Dewi Sartika.       Korban bertahan mempertahankan hartanya. Namun pelaku menyabetkan senjata kearah dada kiri atas dan setelah itu pelaku merebut dompet korban.

Kemudian pelaku kembali menyabetkan senjata tajam satu kali ke arah perut kiri bawah korban hingga terkapar. Korban kemudian menyerah dan memberikan uang Rp50.000 kepada pelaku. Lalu warga berdatangan dan para pelaku melarikan diri ke arah Jalan Margonda.

Korban dibantu warga dilarikan ke Rumah Sakit Bakti Yudha dan dirujuk ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta. Korban mengalami bacok di dada kiri atas tiga jahitan, dan luka bacok di perut kiri bawah emlat jahitan, saat ini korban masih dalam keadaan sadar di rawat diRumah Sakit Fatmawati, Jakarta untuk penanganan lebih lanjut.

Ajeng, tetangga korban membenarkan kalau korban bermukim di di RT 06/01 Kemiri Jaya, Kelurahan Beji. Korban mengaku tidak mengenal para pelaku yang melakukan perampasan dan membacok dirinya. “Kami tanya kepada korban, apakah mengenal wajah para pelaku, dijawab tidak tahu,” katanya.

Pelaku juga melakukan aksi yang sama di tempat lain. Aksi keduanya dilakukan di wilayah hukum Beji. “Disana (Beji) dua orang dengan membawa dua senjata tajam jenis celurit. Selanjutnya yang bersangkutan meminta hp,” katanya.

Mereka beraksi di malam dan waktu yang sama. Aksi itu diduga dilakukan tidak lama setelah beraksi di lokasi pertama. “Iya diduga di malam yang sama di waktu yang sama mereka melakukan kedua tempat berbeda karena dari hasil keterangan korban menyebutkan bahwa cirinya sama,” tukasnya.

Dikatakan bahwa di lokasi kedua aksi mereka juga terekam CCTV. Keterangan yang didapat dari korban serta kecocokan CCTV benar pelaku beraksi di tempat lain. “Dikenali dari baju dan helm yang digunakan juga CCTV yang ada,” tutupnya.(irw)