Beranda Utama Prabowo: Depok Kota Ke-10 yang Didatangi

Prabowo: Depok Kota Ke-10 yang Didatangi

0
Prabowo: Depok Kota Ke-10 yang Didatangi
ACHMAD FACHRY/RADAR DEPOK ORASI: Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat menyampaikan orasinya di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Raya Margonda, kemarin (1/4).
ACHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
ORASI: Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat menyampaikan orasinya di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Raya Margonda, kemarin (1/4).

DEPOK – Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto, menyapa ribuan kader dan simpatisannya di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Raya Margonda, Kelurahan Kemiri Muka, Beji, Minggu 1/4). Kunjungan tersebut merupakan rangkaian safari politik bertajuk ‘Prabowo Menyapa Warga Jawa Barat’.

Prabowo yang mengenakan baju safari krem lengkap dengan peci hitam menjadi pembicara di depan ribuan kader Gerindra yang memenuhi Ballroom Hotel Bumi Wiyata‎.

“Saya sejak tahun 2009 sudah menjadi warga Kampung Cigombong, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor, Jabar,” kata Prabowo dalam orasinya.

Ia menjelaskan, Depok merupakan kabupaten/kota ke-10 yang sudah ia datangi. Berarti, sambung Prabowo, masih ada 17 kabupaten/kota lain yang akan dikunjungi dan seterusnya berlanjut ke provinsi lain, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten dan lainnya. “Jadi ada 115 kabupaten/kota di Pulau Jawa yang akan saya datangi seluruhnya. Semoga akan tercapai,” ucapnya.

Salah satu topik yang dibicarakan Prabowo ‎yakni penolakannya terhadap sistem ekonomi neoliberal (Sistem menetes ke bawah). Prabowo menilai saat ini ekonomi Indonesia masih menganut sistem neo liberal. Padahal, menurut dia, sistem ekonomi neoliberal hanya menguntungkan segelintir orang. Bahkan, dirinya sudah mengatakan itu pada pernyataan resmi pada 2004 lalu. Namun, tidak digubris dan diejek para begawan ekonomi saat itu.

“Prabowo kan tentara dulu, tidak punya gelar ekonomi. Justru saya bertanya, wahai profesor-profesor ekonomi yang pintar-pintar, kenapa kau tidak berani berbicara, sudah jelas-jelas kelihatan, bahwa ekonomi kita tidak menguntungkan rakyat banyak, hanya segelintir orang,” ujarnya.

Prabowo menyampaikan bahwa kegagalan sistem neo liberal ini didasarkan atas pandangan dari sejumlah pemimpin barat. Seperti, mantan Menteri Luar Negeri Amerika, Hillary Clinton menyebutkan, “Kita (Bangsa Amerika) tidak lagi bisa menjalankan kebijakan-kebijakan ekononi yang gagal. Sudah waktunya teori tentang menetes kebawah di kubur dalam-dalam”.

“Jadi, biarlah 1 persen kaya raya, biarlah 1 persen semua yang memiliki kekayaan akan menetes kebawah. Ternyata, di negara neolib seperti itu. Nyatanya hanya 1 persen, yang lain susah dapat pekerjaan,” katanya.

Lanjut Prabowo, Direktur IMF Christine Lagarde juga mengatakan sistem neo liberal menjadikan kesenjangan sosial. Sistem menetes kebawah itu menciptakan kesenjangan pendapatan, menciptakan ketidakadilan di semua negara. “Sistem neolib tidak adil. Yang kaya semakin kaya, tidak menetes ke bawah. Sampai-sampai pemimpin Gereja Kaltolik Sri Paus juga mengatakan beberapa orang masih membela teori menetes ke bawah. Kita tidak boleh menjalankan kebijakan ekononi yang esklusif dan tidak adil,” kata Prabowo menirukan ucapan Sri Paus.

Saat ia membuat Gerindra pada 2008, dalam AD/ART-nya bahwa Gerindra memandang sistem ekonomi neo liberal itu keliru dan Gerindra berjuang untuk kembali ke UUD 1945. “Resmi itu, Prabowo dan Gerindra selalu berbicara pasal 33 UUD 1945. Sekarang, Bank Dunia sendiri mengatakan 1 persen rakyat Indonesia menguasai hampir 40 persen kekayaan Indonesia. Lebih parah lagi soal tanah, 1 persen orang Indonesia menguasai 80 persen tanah Indonesia. Ini adil atau tidak, menetes ke bawah pun tidak akan terjadi, sampai mati itu,” ujar dia.

Ia mengatakan seharusnya perekonomian Indonesia kembali diarahkan sesuai Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Dengan begitu, perekonomian Indonesia akan mampu menyejahterakan seluruh rakyat.

“Siapa pun nanti yang memimpin di daerah-daerah atau siapa pun nanti yang memimpin republik ini harus berani menegakan Pasal 33 UUD 1945. Saya yakin dengan pasal ini kita bisa bangkit kembali. Kita bisa merebut kembali kekayaan kita untuk rakyat kita,” pungkas dia.

Salah satu pembina DPC Gerindra Depok, Nuroji, mengungkapkan bahwa dalam safari politik kali ini, Prabowo akan melakukan orasi di hadapan sekitar 3.000 kader dan simpatisan. “Ini intinya ingin menyapa warga Depok. Dan ini adalah Minggu pertama Pak Prabowo berkeliling ke sejumlah kota di Jawa Barat,” katanya di Hotel Bumi Wiyata, Margonda Depok.

Nuroji tak menampik, safari politik yang dilakukan Prabowo merupakan bagian dari upaya memperkuat ajang pemilihan gubernur. Namun Nuroji membantah jika nantinya dalam acara tersebut ada deklarasi calon presiden. “Target kami kan lebih dari 70 persen suara untuk Pilgub,” katanya.

Sementara itu Ketua DPD Gerindra Depok Pradi Supriatna mengatakan pidato Prabowo untuk menyamakan padangan, serta visi misi Gerindra di Depok dalam menghadapi Pemilu. “Pak Prabowo menyampaikan Pidato agar kader Gerindra satu visi dalam kebangsaan dan juga menghadapi Pemilu,” katanya. (cky)