Beranda Metropolis PUPR Depok Rawat Situ Pakai Anggaran Satgas

PUPR Depok Rawat Situ Pakai Anggaran Satgas

0
PUPR Depok Rawat Situ Pakai Anggaran Satgas
SANI/RADARDEPOK DIBERSIHKAN : Satgas SDA Dinas PUPR sedang membersihkan eceng gondok secara manual, kemarin.
SANI/RADARDEPOK
DIBERSIHKAN : Satgas SDA Dinas PUPR sedang membersihkan eceng gondok secara manual, kemarin.

DEPOK – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Depok, terus menjaga amanah yang diberikan Kementerian PUPR Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC). Sejak awal 2018 hingga kemarin, PUPR Depok fokus merawat situ dengan anggaran Satgas Sumber Daya Air (SDA).

“Berdasarkan UU 24 Thn 2014 tentang Pemerintah Daerah, kewenangan pengelolaan situ datau setu ada di Kementerian PUPR via BBWSCC. Sedangkan aset situ se-Kota Depok tercatat sebagai aset Provinsi Jabar via Dinas SDA Provinsi Jabar,” kata Kepala Dinas PUPR Depok, Manto Djorghi, kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Sedangkan kewenangan Pemkot Depok, tambah Manto, lebih kepada pemanfaatan. Di APBD Kota Depok tidak ada anggaran untuk perawatan situ, sejak UU tersebut berlaku. Mengingat, situ bukan aset Pemkot Depok. Walaupun ada, itu merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat, dari Provinsi DKI Jakarta dan Pemprov Jabar. “Kami tetap fokus dan merawat sisa situ yang ada kendati sering kali terbentur dengan aturan,” bebernya.

Sementara, Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Depok, Citra Indah Yulianti menjelaskan, saat ini PUPR tidak diam. Situ yang dibenuhi eceng gondok dibersihkan secara bertahap. Salah satu contoh, luasan Situ Sawangan atau Bojongsari menurut data 2014, 24,5 hektar. Yang dikerjakan saat ini di bagian Blok Pakeling kurang lebih 8 hektar.

Tahap awal di Blok Pakeling dulu, nanti bertahap lagi ke seluruh situ bisa berbulan-bulan membersihkan situ. Kamis (29/3), SDA PUPR Depok sudah membersihkan Situ Sawangan atau Bojongsari dengan menerjunkan dua regu dan dua truk. Tak hanya itu di lokasi Situ Sawangan juga sedang dilakukan pengerukan.

“Itu anggarannya juga pakai Satgas SDA, termasuk Bahan Bakar Minyak (BBM) alat berat. Tidak ada anggaran khusus situ,” tegasnya.

Menurutnya, saat ini dikerjakan manual dulu. Karena alat yang di miliki SDA untuk ambil sampah atau tanaman seperti eceng gondok, hanya ada satu. “Saat ini alat tersebut posisinya berada di Situ Pangarengan,” tuturnya.

Tahun ini, lanjut Citra ada juga bantuan dari DKI Jakarta untuk perawatan yakni di Situ UI dan Padongkelan. Tak terlepas juga BWSCC yang ingin ikut andil merawat situ di Depok.(hmi)