FOTO: Nur Hikmah, SH. Mpd ,Konselor, Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pakuan, Advokat pada Hikmah Darmawan Putera and Associate, pengurus Himpaudi Kec. Cipayung Kota Depok
FOTO: Nur Hikmah, SH. Mpd ,Konselor, Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pakuan, Advokat pada Hikmah Darmawan Putera and Associate, pengurus Himpaudi Kec. Cipayung Kota Depok

Oleh: Nur Hikmah, SH. Mpd*)

Anak adalah mutiara bangsa, yang perlu digali dan diasah untuk kemajuan bangsa dan negara di masa depan. Bangsa yang besar akan menyiapkan peradaban bangsanya di masa depan dengan memberikan perlindungan dan pemberdayaan anak secara maksimal dan terencana.

Diperlukan revolusi perlindungan anak secara holistik dan terintegrasi dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, bangsa, dan negara. Diperlukan revolusi perlindungan anak yang berbasis fakta dan realitas, bukan retorika dan hanya slogan tanpa makna dan tanpa bukti.

Revolusi perlindungan anak, bisa dimulai dari revolusi kesadaran bahwa begitu pentingnya kesadaran semua pihak untuk memberikan perlindungan terhadap anak yang merupakan cikal bakal dan tunas-tunas bangsa.

Tahap berikutnya adalah revolusi kebijakan, dalam konteks ini pemerintah baik pusat maupun daerah membuat kebijakan-kebijakan strategis untuk terlaksananya perlindungan anak yang kongkrit dan bisa langsung dirasakan oleh anak secara konsisten dan berkelanjutan. Tahapan berikutnya setelah revolusi kebijakan, adalah revolusi program yang kongkrit dan membumi dan langsung bisa dirasakan oleh anak-anak dan tidak terjebak dengan program-program kamuflase, apalagi program yang disisipi kepentingan pihak-pihak tertentu dan politis, tetapi program yang realistis, merata dan adil.

Tahap berikutnya adalah adanya revolusi anggaran, hal ini sangatlah penting karena tanpa anggaran yang memadai, suatu kesadaran, kebijakan pemerintah, serta progran sesempurna sekalipun tidak akan pernah bisa jalan, karena amggaran adalah katalisator nyata dan penggerak utama untuk berjalannya kebijakan dan program serta terwujudnya mimpi akan terwujudnya perlindungan anak yang lebih baik dan lebih beradab. Tahap berikutnya setelah revolusi anggaran adalah revolusi tindakan, dengan revolusi tindakan semua kebijakan dan program yang sudah dicanangkan tidak mengendap dalam angan dan wacana program, yang akhirnya hanya catatan-catatan tanpa makna, dan hanya rerprovokasi dengan moto dan slogan.

Revolusi tindakan harus mampu mendobrak kebuntuan ide dan gagasan serta terciptanya solusi dan simbiosis mutualistis dalam penguatan-penguatan jaringan dan kerjasama yang saling menguntungkan dalam penguatan-penguatan perlindungan anak yang lebih transparan, lebih rill dan lebih aplikatif langsung dirasakan oleh anak.

Tahapan selanjutnya setelah revolusi tindakan adalah revolusi penerapan program, sosialisasi dan penyuluhan agar semua kebijakan dan program dapat diketahui dan dijalankan oleh semua pihak yang tepat sasaran dan tepat kegunaannya.

Tahap selanjutnya adalah tahap terakhir yaitu revolusi pengawasan, semua revolusi tahapan yang sudah dikemukakan harus diawasi, dievalusi dan dikritisi agar sistem perlindungan anak bisa berjalan dengan baik dan sesuai harapan.

Revolusi perlindungan anak harus benar-benar bisa dijalankan karena kondisi perlindungam anak sudah sedemikian memprihatinkan dengan banyaknya kasus-kasus terhadap anak, dimana anak menjadi korban berbagai perlakuan dan kejahatan yang akan menghancurkan esensi hak-hak anak.

Dengan revolusi perlindungan anak, tidak diketemukan lagi eksploitasi-eksploitasi terhadap anak baik yang terlihat di jalanan-jalanan kota-kota besar, di tempat-tempat kerja serta komunitas-kimunitas lainnya yang berpotensi munculnya eksploitasi dan kejahatan anak.

Bangsa dan negara Indonesia harus benar-benar dan serius dalam upaya perlindungan dan pemberdayaan hak-hak anak, agar dikemudian hari bangsa dan negara ini memiliki Sumber Daya Manusia yang handal, tangguh, pofesional dan berkualitas serta memiliki karakter dan integritas, agar bangsa ini menjadi bangsa yang superior dan memilki kualitas unggul dalam persaingan antar bangsa yang semakin kompleks dan berubah cepat. (*)

*)Penulis adalah Konselor, Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pakuan, Advokat pada Hikmah Darmawan Putera and Associate, pengurus Himpaudi Kec. Cipayung Kota Depok