DEPOK – Rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah dikawasan Barat Kota Depok, dirasa kurang tepat. Musababnya, rencana pembangunan di kawasan Kelurahan Leuwinanggung, Kecamatan Tapos tidak mewakili kebutuhan masyarakat Kota Depok.

Menurut Anggota DPRD Kota Depok, Rudi Kurniawan. Pembelian lahan di kawasan Leuwinanggung tidak berdasarkan kajian. Penempatan RSUD di Barat Kota Depok kurang tepat. Jika memang akan dibangun di kawasan Leuwinanggung, bagaimana akses masyarakat Kecamatan Sukmajaya, Kecamatan Cilodong dan sekitarnya. “Tidak mewakili masyarakat Depok bagian Barat,” kata Rudi Kurniawan kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Banyak aspek yang harus dipertimbangkan untuk membangun Rumah Sakit. Pertama lokasi harus melihat sebaran wilayah yang akan menjangkau RSUD. Padahal, anggaran Rp5 milliar yang disiapkan cukup untuk membeli lahan di pinggir Jalan Raya Jakarta Bogor.

“Harus mewakili permintaan masyarakat Kota Depok, jangan sampai karena ditempatkan diwilayah perbatasan, malah dimanfaatkan masyarakat luar Kota Depok,” papar Rudi.

Belum lagi akses lalulintas yang belum 24 jam dijangkau kendaraan umum, menjadi masalah mobilitas pasien dan distribusi obat-obatan. “Jangan sampai pasien malah mendapat halangan saat menuju ke rumahsakit,” kata Rudi.

Dia menyarankan agar Rumah Sakit dibangun di sekitar Jalan Raya Jakarta Bogor. Ini dikarenakan Jalan Raya Jakarta Bogor dilalui kendaraan umum selama 24 jam. Belum lagi akses yang mudah dijangkau menjadi pertimbangan pembuatan RSUD.

“Saya rasa jika memang ingin membeli lahan untuk rumah sakit, lebih baik di Jalan Raya Jakarta Bogor toh lebih efektif, dan efisien. Masyarakat dari wilayah barat Kota Depok juga dapat menjangkau, jadi lebih adil,” papar Rudi.

Hal tersebut pun dikeluhkan warga Kecamatan Cilodong, Abdul Rohman. Dia mengaku merasa kesulitan jika ingin berobat di Rumah sakit milik pemerintah. Jika ingin ke RSUD Kota Depok yang terletak di Jalan Mucktar Raya, dirinya perlu memakan waktu lebih lama.

Lebih-lebih jika nanti akan dibangun di Kelurahan Leuwiliang, perjalanan menuju rumah sakit negeri makin sulit. “Kalau harus ke Rumah sakit Swasta biayanya mahal, tapi kalau harus ke Sawangan sama saja mahal di ongkos,” kata Rohman.(cr2)