Beranda Satelit Depok Saluran H Suhaemi Depok Terusan Digali

Saluran H Suhaemi Depok Terusan Digali

0
Saluran H Suhaemi Depok Terusan Digali
DICKY/RADARDEPOK DIGALI: Lurah Duren Mekar, Ujang Salahudin (pakaian putih), bersama LPM Kelurahan Duren Mekar (kiri), memantau pengerjaan pembuatan saluran Jalan H Suhaemi terusan, Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, kemarin.
DICKY/RADARDEPOK
DIGALI: Lurah Duren Mekar, Ujang Salahudin (pakaian putih), bersama LPM Kelurahan Duren Mekar (kiri), memantau pengerjaan pembuatan saluran Jalan H Suhaemi terusan, Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, kemarin.

DEPOK – Setelah sekian lama saluran di Jalan H Suhaemi yang tidak jauh dari kantor Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, tertutup. Kemarin, Kelurahan Duren Mekar bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, mengembalikan fungsi saluran air di jalan tersebut.

Lurah Duren Mekar, Ujang Salahudin mengatakan, sebelumnya saluran yang digali tersebut, sempat tertutup oleh sedimen tanah dan semakin merata dengan tanah disekitar saluran tersebut. Bahkan, karena tertutup, ada orang yang menjadikannya tempat pembuangan sampah liar.

“Kalau ditelusuri dari Jalan Suhaemi menuju Jalan Suhaemi terusan menuju kali terjadi kebuntuan karena tertutup tanah,” ujar Ujang kepada Radar Depok, kemarin.

Ujang berharap, dengan dilakukan kembali penggalian saluran air, saluran air Kelurahan Duren Mekar khususnya di Jalan H Suhaemi terusan semakin tertata. Selain itu, penggalian kembali saluran tersebut dapat meminimalisir terjadinya genangan dan tidak ada lagi oknum pembuang sampah liar.

“Setelah selesai digali dan ditata, masyarakat sekitar dapat menjaga saluran air dengan baik,” terang Ujang.

Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Duren Mekar, Ahmad Khairul Kahfi menuturkan, dari hasil koordinasi dengan DPUPR Kota Depok, sambung Kahfi penggalian kembali saluran air Jalan H Suhaemi terusan dengan memiliki panjang sekitar 200 meter dengan kedalaman bervariatif. Dengan dilakukan penggalian kembali, dia berharap tidak ada lagi saluran air yang tertutup sedimen tanah maupun lumpur.

“Menjaga dan merawat saluran air bukan hanya tugas pemerintah, namun masyarakat harus ikut menjaganya,” tutup Kahfi. (dic)