Beranda Metropolis Satpol PP Depok Intenskan Razia Miras

Satpol PP Depok Intenskan Razia Miras

0
Satpol PP Depok Intenskan Razia Miras
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK RAZIA MIRAS : Petugas Satpol PP saat melakukan razia beberapa tempat penjual minuman keras di kawasan Kecamatan Cimanggis, Kota Depok beberapa waktu lalu.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
RAZIA MIRAS : Petugas Satpol PP saat melakukan razia beberapa tempat penjual minuman keras di kawasan Kecamatan Cimanggis, Kota Depok beberapa waktu lalu.

DEPOK – Banyaknya korban meninggal akibat minuman oplosan membuat geram Korps Penegak Perda. Dalam waktu dekat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Depok akan meningkatkan operasi razia minuman keras (Miras) keliling Depok.

“Kami intenskan razia miras di warung jamu, dan toko yang menjual miras,” kata Kasatpol PP Kota Depok, Yayan Arianto, kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Saat ini, anggotanya sedang melakukan razia khususnya anggota yang berada di Depok bagian Barat, Tengah dan Timur. “Jadi ada tiga regu yang melaksanakan razia miras,” ujar Yayan.

Tidak hanya itu, dalam operasi razia miras Satpol PP juga memgandeng pihak aparat kepolisian dan TNI. “Operasi gabungan juga kita adakan,” ucapnya.

Sementara, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Hafid Nasir mengatakan, kejadian warga Pancoranmas yang meninggal karena mengkonsumsi minuman keras oplosan, memberikan hikmah pada semua masyarakat.

Tentu dalam hal ini sebut dia, jika berbicara masalah keamanan dan ketertiban harus melibatkan peran masyarakat. Seperti keberadaan kelompok sadar kamtibmas.

Tidak hanya itu, peran keluarga sangat penting dalam membangun komunikasi dengan anggota keluarga, karena langkah preventif bisa dilakukan di dalam keluarga dengan membangun komunikasi orang tua dengan anak. “Lalu dengan memberikan pembinaan secara baik, menjelaskan mana yang baik dan buruk,” kata dia.

Sedangkan bagi pemilik toko yang menyewakan toko atau sejenisnya, untuk dijadikan kafe tongkrongan atau sejenisnya. Perlu memastikan agar yang diperjualbelikan adalah barang yang halal dan thoyyib. “Pemilik juga punya tanggungjawab mengawasi aktifitas tempat yang disewakan,” bebernya.

Termasuk ketua lingkungan agar terbangun hubungan yang harmonis dengan Babinsa dan Bahbinkhatibmas. Selain itu, untuk pencegahan di masa yang akan datang di sekolah juga diharapkan ada semacam penyuluhan kepada orang tua siswa terkait permasalahan di masyarakat seperti narkoba, miras, hiv/aids, dan lainnyan.

“Tindakan tegas pasti sudah dilakukan baik melalui Satpol PP atau kepolisian. Namun dengan keterbatasan personil mereka. Maka harus terbangun hubungan yang sinergis antar semua stakeholders baik di tingkat kota, kecamatan kelurahan bahkan sampai level rt dan rw,” katanya.

Kekurangan personil Satpol PP sambung dia, bukan harus ditambah tapi terpenting adalah bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat. “Bahwa berbicara keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab kita semua dan dilapangan h├árus bersinergi,”ungkapnya.(irw)