Beranda Pendidikan SDSN Perjuangan Terpadu Depok Tanamkan Akhlak Siswa

SDSN Perjuangan Terpadu Depok Tanamkan Akhlak Siswa

0
SDSN Perjuangan Terpadu Depok Tanamkan Akhlak Siswa
SANI/RADAR DEPOK ACARA: Ratusan siswa dan guru SDSN Perjuangan Terpadu berfoto bersama usai mendengarkan dongeng di halaman sekolah.
SANI/RADAR DEPOK
ACARA: Ratusan siswa dan guru SDSN Perjuangan Terpadu berfoto bersama usai mendengarkan dongeng di halaman sekolah.

DEPOK – Mendongeng bisa menjadi salah satu cara efektif dalam menanamkan akhlak ke anak sejak dini. Itulah yang dilakukan SD Standar Nasional (SDSN) Perjuangan Terpadu, Kamis (29/3) lalu untuk memperingati Hari Dongeng Sedunia yang jatuh setiap tanggal 20 Maret.

Penanggung jawab acara, Dyah Arie Purwanti mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan sekolah dengan mengundang pendongeng dari luar sekolah untuk bercerita ke ratusan siswa.

“Kami menganggap mendongeng adalah salah satu cara yang tepat dan menarik untuk menyampaikan pesan kepada anak,” kata Dyah kepada Radar Depok, ditemui di sekolah Jalan Harapan, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoranmas.

Dyah menuturkan, lewat dongeng siswa dapat menyerap transformasi pesan secara cepat, seperti cerita yang disampaikan pendongeng yang bertemakan penanaman akhlak kepada siswa.

“Kalau hanya lewat omongan belum tentu mereka lakukan segera, tapi karena dongeng penyampaiannya lewat media, mereka dapat langsung menyerap dengan baik dan menirukannya,” tuturnya.

Dyah menjelaskan, tema tentang penanaman akhlak ke siswa merupakan permintaan dari sekolah. Alasannya, supaya siswa selalu diberikan nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-harinya.

“Isi dongengnya bagus, siswa diajarkan bangun subuh untuk menunaikan solat dan ngaji. Itu perlu mereka tanamkan sejak dini, karena kegiatan itu adalah kewajiban setiap hari mereka,” jelasnya.

Selain menghibur, dongeng juga merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang harus dikuasai oleh siswa kelas IV. Lanjut Dyah, karena di salah satu Kompetensi Dasar pada Kurikulum 13 siswa diharapkan mampu menceritakan teks fiksi yang salah satu bentuk belajarnya lewat dongeng.

“Jadi masuk juga ke pemenuhan pembelajaran di kelas. Tapi nanti tujuan akhirnya siswa kelas IV diharapkan bisa bercerita melalui drama. Kalau kelas yang bawah (I-III) hanya menceritakan kembali atau stoty telling,” lanjutnya.

Dilokasi yang sama, Kepala SDSN Perjuangan Terpadu, Rita Marliana menanggapi kegiatan tersebut dengan positif. Karena, penanaman akhlak sejak dini sangat diperlukan oleh siswa untuk penanaman nilai religius.

“Saya harap dengan pesan yang disampaikan lewat dongeng, mereka bisa lebih memahami dan mengamalkan ajaran yang sudah diperintahkan Allah SWT dan pembiasaan yang dilakukan umat muslim lainnya,” ujar Rita. (cr3)